Wakil Bupati Aceh Tengah Buka MTQ Forkopimcam Pegasing: Dari Pemulihan Trauma Hingga Jaga Nilai Islam Di Lingkungan Kerja

banner 120x600

TAKENGON – METRO MEDIA Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pegasing bersama seluruh Reje se‑Kecamatan Pegasing. Acara berlangsung khidmat di Aula Kantor Camat Pegasing, Selasa 12 Mei 2026, dan dihadiri berbagai elemen masyarakat serta pemangku kepentingan setempat.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 58 peserta, yang meliputi tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah Daerah Pemilihan 2, Camat Pegasing beserta unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, para Reje Kampung, hingga tokoh pemuda. Pada pelaksanaan kali ini, panitia hanya menggelar satu cabang perlombaan, yaitu Tilawah Al‑Quran.

Ketua Panitia sekaligus Camat Pegasing, Arisa Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bermula dari keinginan para Reje untuk melakukan pemulihan atau trauma healing pasca bencana yang pernah melanda wilayah tersebut. Gagasan ini muncul pada pertemuan awal Februari lalu, yang kemudian berkembang menjadi kegiatan perlombaan Al‑Quran yang sarat nilai keagamaan.

 

“Pelaksanaan kegiatan ini bermula dari duduk bersama para Reje pasca bencana, dengan tujuan awal mengadakan kegiatan pemulihan trauma. Dari situlah tercetus ide menyelenggarakan MTQ Forkopimcam dan forum Reje ini,” ungkap Arisa Putra.

 

Penilaian perlombaan dipercayakan kepada tim dewan juri yang berkompeten, dipimpin langsung oleh Azhar Azis yang juga menjabat sebagai Imam Masjid Agung Ruhama Takengon, didampingi sejumlah penilai lainnya agar hasilnya objektif dan berstandar baik.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muchsin Hasan menilai kegiatan ini memiliki makna ganda: selain menjadi wadah silaturahmi antar lembaga di Kecamatan Pegasing, acara ini juga turut mendukung syiar Islam serta membudayakan kegemaran membaca Al‑Quran di lingkungan kerja dan pemerintahan.

 

“Kegiatan ini selerat mempererat hubungan antar elemen, juga sejalan dengan visi‑misi kami, yakni menggalakkan budaya gemar membaca Al‑Quran. Nilai ini terus kami gaungkan di setiap kesempatan, agar nilai‑nilai Islam senantiasa hidup di tengah masyarakat maupun aparatur,” tegasnya.

 

Lebih jauh, Wabup Muchsin berharap model kegiatan sederhana namun bermakna ini dapat ditiru oleh kecamatan lain di Aceh Tengah dan dijadikan agenda rutin tahunan. Menurutnya, kemeriahan atau biaya besar bukanlah ukuran utama, melainkan manfaat dalam menjaga dan memperkuat nilai‑nilai keislaman di lingkungan kerja.

 

“Tidak perlu mewah atau biaya besar. Yang terpenting, kegiatan ini mampu menjaga nilai Islam dan membangun karakter. Saya instruksikan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan dan menjadi contoh baik bagi kecamatan lainnya,” tandasnya saat memukul gong tanda dimulainya acara.

 

Turut hadir menyaksikan pembukaan, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta unsur Forkopimcam setempat yang juga ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *