LANGSA – METROMEDIA
Mahasiswa Universitas Samudra, Rafi Jibrillian Bangun, berhasil mengharumkan nama kampus dan Indonesia di kancah internasional setelah meraih posisi Juara 3 pada ajang Kejohanan Silat Terbuka Piala Cekak Harimau Malaysia Kebangsaan dan Antara Bangsa Edisi Ke‑6 Tahun 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada 14–17 Mei 2026 di Bandar Jengka, Pahang, Malaysia, dan diikuti ratusan pesilat dari berbagai negara, menjadikannya salah satu ajang silat paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Samudra memiliki kualitas mumpuni dan mampu bersaing di tingkat dunia berkat kemampuan, kedisiplinan, serta semangat juang yang tinggi.
Selama pertandingan yang berjalan sangat sengit, Rafi tampil penuh percaya diri. Ia menunjukkan teknik bertanding yang matang, ketepatan jurus, serta daya juang yang konsisten sejak babak awal hingga akhir. Persaingan ketat dari para atlet andalan negara lain tidak menyurutkan langkahnya untuk memberikan penampilan terbaik. Keberhasilan meraih medali ini sekaligus menegaskan kualitas pembinaan atlet muda di cabang olahraga pencak silat di Indonesia.
Pelatih pendamping, Dr. Johaidah Mistar, M.Pd., mengaku sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rafi tidak didapatkan dengan mudah, melainkan hasil dari latihan keras, kedisiplinan tinggi, dan semangat pantang menyerah yang dijaga selama masa persiapan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Samudra atas dukungan, baik secara moril maupun materiil, yang memudahkan atlet mengikuti kompetisi hingga selesai.
“Pencapaian ini luar biasa, apalagi melihat tingkat kesulitan kejuaraan dan kualitas peserta yang datang dari berbagai negara. Rafi telah membawa nama harum Universitas Samudra dan membuktikan bahwa pesilat muda kita punya daya saing tinggi di panggung internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Rafi Jibrillian Bangun mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya yang mendalam usai menerima penghargaan. Ia menyebutkan hasil ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pendorong semangat untuk terus berkembang.
“Saya bersyukur sekali bisa membawa pulang juara 3. Terima kasih banyak kepada pelatih, keluarga, pihak kampus Universitas Samudra, dan semua pihak yang sudah mendukung saya selama ini. Hasil ini menjadi motivasi kuat agar saya terus berlatih lebih keras lagi dan memberikan yang terbaik di kejuaraan‑kejuaraan selanjutnya,” ujar Rafi usai acara penutupan.
Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika Universitas Samudra. Kampus yang senantiasa mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga prestasi, menilai pencapaian ini sebagai cerminan nyata dari komitmennya mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan memiliki daya saing global. Prestasi yang diraih Rafi diharapkan juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang, baik di dalam maupun luar negeri.
Lebih dari itu, capaian ini turut memperkuat eksistensi pencak silat Indonesia di mata dunia. Semangat juang dan sportivitas yang ditunjukkan Rafi selama bertanding menjadi gambaran karakter generasi muda Indonesia yang tangguh dan berprestasi. Universitas Samudra pun berharap keberhasilan ini menjadi awal munculnya lebih banyak lagi atlet muda berbakat yang siap mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
(Ar)













