BPJS Kesehatan Perkuat Kompetensi Dokter Fasilitas Primer Lewat Mentoring USG Dyspepsia

banner 120x600

PALEMBANG, Metromedia.co.id — BPJS Kesehatan Cabang Palembang menggelar kegiatan Mentoring Spesialis bertema Tatalaksana Pemeriksaan USG pada Kasus Dyspepsia pada 3 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 160 fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FPKTP) sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menangani pasien secara lebih optimal di tingkat layanan primer.

Sebanyak 60 FPKTP mengikuti kegiatan secara luring, sementara 100 FPKTP lainnya terhubung secara daring. Peserta berasal dari berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik pratama hingga tempat praktik mandiri dokter.

Melalui kegiatan tersebut, tenaga medis mendapatkan pendampingan langsung dari dokter spesialis mengenai pemanfaatan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada kasus dyspepsia atau gangguan saluran cerna bagian atas yang umum dikenal masyarakat sebagai sakit maag.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hafizzanovian, Sp.PD, menjelaskan bahwa penggunaan USG pada kasus dyspepsia tidak dimaksudkan untuk memperluas jenis pemeriksaan maupun kepentingan administratif. Pemeriksaan dilakukan sebagai alat bantu klinis untuk memperkuat penegakan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Pendekatan yang dibangun dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan klinis tenaga medis di FPKTP sehingga keputusan penanganan menjadi lebih tepat. Dengan pemanfaatan USG yang sesuai indikasi, kasus dapat dipetakan lebih baik dan pasien yang masih dapat ditangani di tingkat pertama tidak perlu langsung dirujuk,” kata Hafizzanovian dalam sesi mentoring.

Dyspepsia merupakan kumpulan keluhan pada saluran cerna bagian atas, seperti nyeri ulu hati, rasa cepat kenyang, mual, perut kembung, hingga sensasi terbakar di dada atau perut bagian atas. Keluhan ini menjadi salah satu kasus yang cukup sering ditemui di layanan kesehatan primer.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari indikasi penggunaan USG, tetapi juga mendapatkan pembahasan mengenai interpretasi hasil pemeriksaan serta kaitannya dengan tata laksana pasien.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Edy Surlis, mengatakan program mentoring spesialis merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurut dia, peningkatan kompetensi tenaga medis akan berdampak pada kualitas layanan yang diterima peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Harapannya transfer pengetahuan dari dokter spesialis kepada tenaga medis di FPKTP dapat memperkuat kepercayaan diri tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis berbasis indikasi medis,” ujar Edy.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi tenaga kesehatan di tingkat primer diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peserta JKN. Pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan tepat tanpa harus menjalani proses rujukan apabila kondisi kesehatannya masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Melalui kegiatan mentoring spesialis, BPJS Kesehatan mendorong penguatan mutu layanan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas tenaga medis. Dengan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang lebih optimal di tingkat primer, efektivitas sistem rujukan serta kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN diharapkan terus meningkat. (Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *