Palembang — metromedia.co.id Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Upaya itu dilakukan dengan menyiagakan ratusan posko pelayanan mudik, membatasi operasional kendaraan angkutan tertentu, hingga menyiapkan program mudik gratis bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan Musni Wijaya mengatakan, pembatasan kendaraan angkutan tertentu akan diberlakukan mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi potensi kepadatan kendaraan di jalur utama selama periode mudik Lebaran.
“Untuk arus mudik, mulai tanggal 13 sampai dengan 30 Maret kendaraan angkutan tertentu tidak diperbolehkan melintas. Tujuannya agar kepadatan lalu lintas selama masa mudik dapat dikendalikan,” ujar Musni.
Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Sumsel juga menyiapkan 561 posko pelayanan mudik yang tersebar di berbagai wilayah. Posko tersebut akan diisi oleh sekitar 1.060 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Menurut Musni, keberadaan posko-posko ini bertujuan memberikan pelayanan sekaligus pengawasan terhadap kelancaran arus transportasi selama musim mudik.
“Posko ini bukan hanya milik pemerintah provinsi, tetapi juga disiapkan oleh pemerintah kabupaten dan kota sesuai kewenangannya. Dari Dishub provinsi sendiri kami menyiapkan posko pelayanan di tujuh terminal,” katanya.
Selain di terminal, posko pelayanan juga akan disiagakan di sejumlah simpul transportasi seperti bandara serta fasilitas transportasi lainnya.
Di sisi infrastruktur, Dishub Sumsel mencatat masih terdapat beberapa ruas jalan yang kondisinya bergelombang. Namun berdasarkan paparan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), perbaikan jalan ditargetkan selesai paling lambat H-7 Lebaran.
“Kami berharap saat memasuki H-7 Lebaran kondisi jalan sudah baik dan tidak ada lagi lubang sehingga perjalanan mudik bisa lebih aman dan nyaman,” ujar Musni.
Pemerintah provinsi juga merencanakan difungsionalkannya ruas Tol Palembang–Betung selama masa mudik Lebaran. Meski demikian, pengaturan lalu lintas tetap akan diterapkan untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik tertentu.
Salah satu kawasan yang diperkirakan berpotensi mengalami kepadatan adalah Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, karena jalur arteri di wilayah tersebut relatif sempit.
“Jika kendaraan dari tol langsung keluar di Pulau Rimau, dikhawatirkan terjadi penumpukan. Karena itu disiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way di Pangkalan Balai,” kata Musni.
Dalam skema tersebut, kendaraan dari arah Jambi diarahkan masuk melalui akses tol dari Pulau Rimau sehingga tidak berpapasan dengan arus kendaraan dari arah berlawanan.
Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah provinsi juga kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat. Program ini akan menggunakan beberapa moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, hingga speed boat.
Rencananya, pelepasan peserta mudik gratis akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan pada 17 Maret 2026.
Untuk moda kereta api, tersedia dua rute yakni Palembang–Lubuklinggau dan Palembang–Tanjung Karang. Sementara untuk bus disiapkan sejumlah rute antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP).
Program ini turut didukung berbagai pihak, antara lain Bank Sumsel Babel, Jasa Raharja, dan Damri, serta sejumlah perusahaan lainnya.
Musni mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis cukup tinggi. Kuota untuk moda transportasi bus bahkan hampir seluruhnya terpenuhi.
“Pendaftar bus sudah beberapa ribu dan saat ini hampir penuh. Untuk kereta api juga sebagian besar sudah terisi, hanya rute Tanjung Karang yang masih tersedia beberapa slot,” ujarnya.
Program ini, kata Musni, diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah agar mereka tetap dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Selain transportasi darat dan kereta api, pemerintah juga menyiapkan layanan mudik melalui jalur air untuk menjangkau wilayah perairan di Sumatera Selatan.
Sejumlah kabupaten seperti Musi Banyuasin dan Banyuasin telah menyiapkan armada speed boat untuk melayani pemudik di daerah perairan.
“Untuk jalur air, misalnya di Muba disiapkan beberapa speed boat untuk wilayah Lalan. Dari provinsi juga ada dua speed boat yang disiapkan untuk wilayah Makarti dengan kapasitas sekitar 50 sampai 60 penumpang,” kata Musni.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (Adi)















