PALEMBANG —Metromedia.co.id
Aktivitas mudik Lebaran di Sumatera Selatan mulai bergerak. Di hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, aparat kepolisian tampak menyebar di berbagai titik transportasi, memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman.
Pengamanan tidak hanya terpusat di jalan raya. Dari dermaga di tepian Sungai Musi, ruas padat lalu lintas Kota Palembang, hingga ruang tunggu kereta di Lubuk Linggau, personel kepolisian terlihat siaga mengawasi arus mobilitas warga yang bersiap menyambut Idul Fitri.
Pendekatan yang diterapkan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tahun ini menitikberatkan pada pengamanan multimoda—jalur darat, sungai, dan kereta api diawasi secara bersamaan.
Di kawasan Dermaga Bekang Palembang, Subsatgas Polairud Ops Ketupat Musi melakukan patroli pengawasan transportasi perairan sejak pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Ipda Ahmad Wadi Harpa bersama empat personel lainnya.
Mereka memastikan aktivitas transportasi sungai berjalan tertib dan memenuhi standar keselamatan bagi masyarakat yang masih memanfaatkan jalur air sebagai sarana perjalanan.
Bagi wilayah Sumatera Selatan, transportasi sungai masih menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat. Karena itu, pengawasan jalur perairan menjadi salah satu prioritas dalam pengamanan arus mudik tahun ini.
Sementara itu di Stasiun Kereta Api Lubuk Linggau, personel dari Polres Lubuk Linggau memberikan pelayanan langsung kepada para penumpang kereta.
Petugas memberikan imbauan keselamatan serta menyediakan fasilitas istirahat bagi pemudik yang membutuhkan waktu sejenak untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan, yang tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.
Di pusat Kota Palembang, Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas Ops Ketupat Musi mengerahkan 29 personel untuk melakukan patroli serta pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Pengamanan difokuskan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Pasar Cinde, Air Mancur Palembang, serta area sekitar Masjid Agung Palembang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kehadiran personel di kawasan tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas.
Pemantauan juga dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, melalui tiga pos pengamanan strategis, yakni Pos Pelayanan Muaradua, Pos Terpadu Simpang Martapura, dan Pos Pengamanan Banding Agung.
Ketiga pos tersebut merupakan jalur penghubung antarwilayah sekaligus akses menuju daerah perbatasan.
Berdasarkan laporan lapangan, arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau lancar tanpa hambatan berarti.
Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Menurutnya, personel kepolisian hadir di berbagai simpul transportasi untuk memastikan seluruh jalur perjalanan tetap dalam pengawasan.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa setiap pemudik yang menggunakan moda transportasi apa pun harus mendapatkan perlindungan yang sama.
“Baik menggunakan jalur darat, sungai maupun kereta api, semuanya berada dalam pengawasan kami,” ujarnya.
Dengan pengamanan yang menjangkau berbagai jalur transportasi tersebut, arus mudik di Sumatera Selatan diharapkan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali hingga puncak perjalanan pulang kampung tiba. (ADI/Rill)















