Palembang —Metromedia.co.id
Suasana hangat penuh kebersamaan terasa kental di Aula Handayani, Senin pagi (30/3/2026). Di tengah nuansa Idul Fitri 1447 Hijriah, keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan berkumpul dalam satu ruang, melebur dalam tradisi Halal Bi Halal yang sarat makna.
Bukan sekadar seremoni tahunan, momen ini menjelma menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan hubungan antarsesama insan pendidikan. Tema yang diusung, “Memperkuat Harmonisasi, Menjalin Sinergi, dan Kolaborasi dalam Memajukan Pendidikan di Sumatera Selatan,” terasa hidup dalam setiap interaksi yang terjalin.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari Analis Fungsional Utama H. Riza Falevi, anggota TGUPP Yudha Pratomo Mahyuddin, Ketua Dewan Pendidikan H. Supadmi Kohar, hingga perwakilan lembaga pendidikan seperti BPMP, BGTK, dan Balai Bahasa. Kehadiran para kepala sekolah, pengawas, serta tenaga kependidikan dari berbagai daerah semakin menegaskan bahwa pendidikan adalah kerja kolektif yang tidak bisa berjalan sendiri.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, dalam sambutannya tidak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga mengajak seluruh elemen untuk memaknai Halal Bi Halal lebih dari sekadar tradisi.
Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa setelah sebulan penuh menjalani Ramadan, saatnya kembali memperkuat hubungan yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas dan kesibukan.
“Ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga tentang mempererat kembali kebersamaan. Dari sinilah energi baru untuk memajukan pendidikan itu muncul,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Mondyaboni juga menyoroti pentingnya harmonisasi dalam lingkungan kerja pendidikan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh kualitas hubungan antar individu di dalamnya.
Ia menggambarkan bagaimana kerukunan harus hadir di setiap lini—mulai dari jajaran dinas, kepala sekolah, guru, hingga peserta didik. Baginya, semangat kolektif inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang kuat.
Lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa sinergi dan kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dunia pendidikan, kata dia, menuntut keterlibatan semua pihak untuk bergerak dalam satu arah yang sama.
“Tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus saling mendukung, saling menguatkan, dan memiliki tujuan yang sejalan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel, Misral, yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana, mengungkapkan bahwa Halal Bi Halal ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Ramadan yang telah digelar sebelumnya.
Mulai dari tausiyah di setiap bidang hingga kegiatan keagamaan di sekolah-sekolah, seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk membangun suasana spiritual sekaligus mempererat hubungan internal.
“Halal Bi Halal ini menjadi penutup yang menyatukan semuanya—baik nilai ibadah maupun kebersamaan,” jelasnya.
Ia pun berharap, ke depan kegiatan serupa dapat terus berkembang, tidak hanya lebih meriah secara pelaksanaan, tetapi juga semakin berdampak dalam memperkuat solidaritas di lingkungan pendidikan.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, momentum seperti ini menjadi pengingat bahwa fondasi utama tetaplah hubungan manusia—tentang saling percaya, saling mendukung, dan berjalan bersama menuju tujuan yang sama.
Di hari yang fitri, Disdik Sumsel seolah menegaskan satu hal sederhana namun mendalam: pendidikan yang maju selalu berangkat dari kebersamaan yang kuat. (Adi)















