Palembang — metromedia.co.id Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang menargetkan cakupan layanan air bersih mencapai 100 persen. Upaya tersebut memerlukan investasi dalam jumlah besar, seiring masih adanya sejumlah tantangan teknis dan operasional di lapangan.
Direktur Utama Perumda Tirta Musi, Ir. Teddy Andrian, ST., IPM, ASEAN Eng, mengatakan, hingga saat ini cakupan layanan baru mencapai sekitar 85 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 13 persen masyarakat yang belum terlayani.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Namun, memang masih ada kendala seperti kebocoran pipa dan gangguan teknis lainnya,” kata Teddy dalam kegiatan silaturahmi dengan awak media di Graha Tirta Musi, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, salah satu persoalan utama adalah kondisi jaringan pipa yang sudah tua. Kebocoran, seperti yang terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, menjadi contoh nyata tantangan yang dihadapi.
“Sebagian sudah diperbaiki, tetapi ada juga yang kembali bocor karena usia jaringan yang sudah lama,” ujarnya.
Selain faktor jaringan, gangguan distribusi air juga kerap dipengaruhi oleh persoalan kelistrikan pada instalasi booster. Kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran air ke pelanggan terhenti, meskipun pasokan listrik di wilayah pelanggan dalam keadaan normal.
Dalam upaya meningkatkan layanan, Perumda Tirta Musi menargetkan perbaikan sistem distribusi serta peningkatan kapasitas produksi. Hal ini dilakukan agar pelanggan tidak lagi menerima aliran air secara terbatas.
“Saat ini masih ada wilayah yang hanya teraliri air sekitar empat jam per hari. Ke depan, kami menargetkan layanan bisa berlangsung selama 24 jam,” kata Teddy.
Untuk merealisasikan target cakupan layanan penuh, perusahaan membutuhkan investasi hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu, Tirta Musi membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga guna mempercepat pengembangan infrastruktur.
Di sisi lain, perusahaan juga berupaya meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Optimalisasi kinerja diharapkan mampu mendorong peningkatan PAD hingga dua kali lipat.
Namun, Teddy mengakui bahwa tingkat kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan masih menjadi tantangan. Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Jika penagihan tidak optimal, tentu akan berdampak pada operasional perusahaan,” ujarnya.
Saat ini, dari total sekitar 1,8 juta penduduk Kota Palembang, sebanyak 1,5 juta jiwa telah terlayani melalui sekitar 320.000 sambungan pelanggan.
Ke depan, Perumda Tirta Musi akan memprioritaskan perbaikan jaringan pipa lama, pembangunan jaringan baru, serta penjajakan kerja sama investasi guna memperluas cakupan layanan air bersih secara menyeluruh. (Adi)















