banner 728x250

Menunggu Kepastian Beasiswa PALI 2026: Mahasiswa Desak Transparansi Pemkab

banner 120x600

PALI — metromedia.co.id Ketidakjelasan mengenai kelanjutan program Beasiswa PALI 2026 mulai memantik pertanyaan dari kalangan mahasiswa. Hingga memasuki awal tahun anggaran, belum terlihat adanya pengumuman resmi dari Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir mengenai kelanjutan program yang selama ini menjadi tumpuan banyak mahasiswa daerah tersebut.

Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PERMA-PALI) menilai situasi ini perlu segera dijelaskan oleh pemerintah daerah. Sebab, bagi sebagian mahasiswa asal PALI, beasiswa daerah bukan sekadar bantuan tambahan, melainkan penopang utama untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Ketua PERMA-PALI, Riko, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi terbuka mengenai mekanisme, jadwal, maupun kepastian penganggaran program beasiswa tersebut.

“Mahasiswa sudah memasuki semester baru, sementara kepastian mengenai Beasiswa PALI 2026 belum juga disampaikan. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keberlanjutan program tersebut,” kata Riko kepada wartawan.

Beasiswa daerah selama ini dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Program tersebut juga diharapkan menjadi jembatan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap dapat menyelesaikan pendidikan.

Namun, ketiadaan informasi resmi hingga awal tahun anggaran menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa. PERMA-PALI menilai, transparansi menjadi kunci dalam pengelolaan program publik yang menyangkut kepentingan pendidikan.

“Program beasiswa bukan hanya soal bantuan finansial. Ini juga menyangkut tanggung jawab pemerintah dalam memastikan akses pendidikan yang adil bagi generasi muda daerah,” ujar Riko.

Selain mendesak keterbukaan informasi, PERMA-PALI juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran program beasiswa. Mereka menilai mekanisme seleksi harus dilakukan secara transparan agar bantuan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan.

“Di sisi lain kami juga memastikan program ini tepat sasaran. Jangan sampai ada yang menerima padahal tidak berhak, sementara yang membutuhkan justru terlewat,” katanya.

PERMA-PALI menyatakan siap membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah untuk mencari kejelasan mengenai masa depan program tersebut. Bagi organisasi mahasiswa ini, keberlanjutan Beasiswa PALI tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pendidikan, tetapi juga menyangkut arah pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Harapan kami sederhana: ada kepastian. Jika program ini dilanjutkan, umumkan mekanismenya. Jika ada perubahan, sampaikan secara terbuka. Mahasiswa hanya ingin kejelasan,” ujar Riko.

Di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pembangunan daerah, pertanyaan mengenai keberlanjutan Beasiswa PALI 2026 kini menjadi sorotan. Bagi mahasiswa asal PALI, jawaban atas pertanyaan itu bukan sekadar soal kebijakan, melainkan juga tentang masa depan pendidikan mereka. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *