Palembang —Metromedia.co.id Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sumatera Selatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperingati Hari LSM Sedunia.
Kegiatan bertema “Ramadhan dan Reformasi, Aspirasi Publik Untuk Polri yang Humanis dan Akuntabel” itu digelar di Resto Hot Kusuma, Palembang, Jumat (27/2/2026), dan dihadiri lebih dari 50 perwakilan LSM serta ormas.
Ketua Umum LSM GRANSI (Gerakan Masyarakat Anti Korupsi), Supriyadi, SP, mengatakan agenda tersebut tidak sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi gagasan.
“Fokus kita hari ini adalah silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. Alhamdulillah, selama ini tidak pernah terjadi bentrokan antara LSM, ormas maupun wartawan,” ujarnya.
Ia menegaskan LSM dan ormas merupakan lembaga independen yang lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat, sehingga harus tetap menjaga marwah organisasi.
“Dengan tema Ramadhan dan Reformasi ini, kami ingin menyampaikan aspirasi publik agar Polri semakin humanis dan akuntabel. Kami siap mendukung Polri dalam menciptakan kamtibmas,” tegasnya.
Supriyadi juga menyoroti minimnya kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil perlu diperkuat.
“Kami berharap ke depan ada kolaborasi yang lebih konkret,” tambahnya.
Hadir pula sebagai pembicara pengamat politik Palembang, Ade F. Chaniago, yang menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dalam menjaga keseimbangan demokrasi daerah.
Menurutnya, ormas dan LSM memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Kontrol sosial harus dijalankan secara konstruktif. Kritik boleh, tetapi tetap dalam koridor menjaga stabilitas dan persatuan,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Selain itu, Sekretaris Jenderal PMPB (Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu) juga turut memberikan pandangan mengenai pentingnya solidaritas lintas organisasi dalam menjaga kondusivitas Kota Palembang, khususnya selama Ramadan.
Sementara itu, Ketua Dewan Koordinator Daerah (DKD) Garda Prabowo Sumatera Selatan, Herdiansyah Bana, S.H., M.B.A., menegaskan bahwa ormas dan LSM merupakan bagian dari kontrol sosial yang sah dalam sistem demokrasi.3
Ia menyebut Garda Prabowo lahir dari gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto, dan siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Di akhir acara, seluruh perwakilan ormas dan LSM membacakan deklarasi damai sebagai bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Sumatera Selatan.
Deklarasi itu menjadi simbol bahwa di tengah dinamika sosial dan politik, solidaritas tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan kondusif, khususnya di bulan suci Ramadan. (Bro Adi)















