LANGSA – METROMEDIA
Kabar yang membawa suasana haru dan rasa kehilangan mendalam menyelimuti lingkungan Pemerintah Kota Langsa. Dewi Nursanti, SH, MH, sosok pejabat yang begitu dicintai dan diharapkan banyak pihak, dikabarkan memutuskan untuk melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG). Keputusan ini disambut dengan perasaan sedih yang mendalam oleh aparatur sipil negara maupun masyarakat luas, karena kehadirannya selama ini dirasakan begitu berarti, kamis 04 Juni 2026
Selama mengabdi, nama Dewi Nursanti selalu disebut dengan rasa hormat dan kasih sayang. Ia dikenal bukan hanya sebagai pemimpin yang cakap, tetapi juga sosok yang sangat ramah, lembut, dan mampu menjalin kebersahajaan dengan siapa saja. Hubungan harmonis yang ia bangun membuatnya seolah menjadi tempat bertanya dan bersandar bagi banyak pihak. Oleh sebab itu, berita kepergiannya meninggalkan kekosongan yang terasa begitu berat di hati semua orang.
Dewi Nursanti adalah pejabat dengan rekam jejak pengabdian yang panjang dan tulus. Sebelum memimpin DPMG, dedikasinya telah teruji saat menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah, di mana ketegasan dan kebijaksanaannya dalam urusan administrasi dan hukum sangat diakui dan dirindukan keberadaannya
Hasil konfirmasi pihak media dengan ibu Dewi Nursanti Melalui WhatsApp 08126433xxx Mengatakan ” Benar Saya sudah mengajukan pengunduran diri sebagai kepala DPMG Kota Langsa ” ungkap nya.
Rasanya berat sekali menerima kabar ini. Beliau itu sosok yang begitu dekat, tidak membeda-bedakan siapa pun, dan selalu hadir mendampingi kami. Mendengar beliau mengundurkan diri, rasanya ada yang hilang dari sini… Saya sedih sekali,” ungkap seorang Masyarakat dengan nada lirih ”
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan mengenai alasan di balik keputusan berat tersebut, baik dari pihak pemerintah daerah maupun dari diri Dewi Nursanti sendiri.
Ketidaktahuan akan penyebabnya membuat rasa sedih dan kebingungan di tengah masyarakat semakin mendalam, serta memunculkan berbagai pertanyaan yang menggantung.
DPMG memegang peran besar dalam pembinaan gampong dan kemajuan masyarakat. Kepergiannya dikhawatirkan dapat memutus benang merah keberlanjutan program kerja yang selama ini dirancang dengan penuh ketulusan dan perhatian.
Kini, publik hanya bisa berharap kejelasan segera datang, sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan. Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka, agar rasa sedih ini tidak bercampur dengan asumsi-asumsi yang tidak diinginkan.( **)













