Guru, Peneliti, dan Pembina Juara: Kiprah Agung Dirga Kusuma Mengangkat Nama Sumsel di Dunia Internasional

banner 120x600

PALEMBANG, Metromedia.co.id – Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, kabar membanggakan kembali datang dari Sumatera Selatan. Seorang guru muda asal Pagaralam berhasil membuktikan bahwa dedikasi, inovasi, dan budaya riset mampu membawa nama daerah bersaing di level internasional.

Adalah Agung Dirga Kusuma, S.Pd., M.Pd., guru Sosiologi yang kini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 2 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, ia menerima penghargaan Guru Berprestasi Internasional dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya meraih prestasi dalam ajang International Research Teacher Competition yang digelar di Bali dan diikuti peserta dari 27 negara.

Bagi Agung, penghargaan itu bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa guru-guru daerah memiliki kemampuan dan daya saing yang tidak kalah dengan pendidik dari berbagai negara.

“Ini merupakan capaian internasional ketiga yang saya raih. Dalam kompetisi tersebut saya mengangkat isu pembelajaran terkait lalu lintas dan berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai negara,” ujar Agung saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Kamis (4/6).

Kepala Sekolah muda & berprestasi, Agung Dirga Kusuma saat poto bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni didampingi oleh Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan Sumsel Hj. Eka Diani Hartini (4/6-2026)

Kompetisi tersebut diikuti peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat hingga Prancis. Dari Sumatera Selatan, Agung menjadi satu-satunya peserta yang berhasil meraih prestasi. Lebih membanggakan lagi, salah satu siswa binaannya juga sukses meraih Juara II tingkat internasional.

Agung mengangkat tema keselamatan berlalu lintas yang saat ini menjadi persoalan nyata di kalangan pelajar, terutama meningkatnya penggunaan sepeda listrik sebagai sarana transportasi menuju sekolah.

Namun, pendekatan yang digunakannya tidak berhenti pada identifikasi masalah. Ia justru menghadirkan solusi kreatif melalui media pembelajaran berbasis permainan edukatif atau board game.

“Kami berbasis data penelitian. Banyak siswa menggunakan sepeda listrik karena keterbatasan transportasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas. Karena itu kami mengembangkan media pembelajaran berbentuk board game agar siswa lebih mudah memahami aturan lalu lintas dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.

Metode pembelajaran inovatif tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai mampu menjawab persoalan sosial dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Ajang internasional itu sendiri diselenggarakan oleh International Science Association (ISA) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro serta sejumlah mitra pendidikan dari Turki dan Malaysia.

 

Tak hanya berprestasi sebagai individu, Agung juga dikenal sebagai pembina riset yang berhasil melahirkan banyak prestasi peserta didik. Di SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, tempat ia juga mengajar, budaya penelitian berkembang pesat dan melahirkan sederet penghargaan bergengsi.

Pada ajang Youth Scientific Achievement (YSA) di Universitas Gadjah Mada (UGM), sekolah tersebut mengirimkan 14 tim penelitian dan berhasil meraih Juara I pada empat bidang lomba. Sekolah itu juga masuk sembilan besar nasional serta menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk wilayah Sumatera Selatan.

Prestasi lainnya diraih dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 serta Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 yang berlangsung di Bandung. Dalam kompetisi tersebut, tim dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi dan SMA Negeri 2 Penukal sukses membawa pulang dua medali emas dan empat medali perak dari berbagai kategori penelitian.

Lahir di Pagaralam pada 17 Agustus 1992, Agung memiliki rekam jejak akademik yang tak kalah mengesankan. Ia menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Negeri Yogyakarta, melanjutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2018, dan meraih gelar Magister Pendidikan di Universitas PGRI Palembang pada 2021.

Semangat berprestasi telah ditunjukkannya sejak masih menjadi mahasiswa. Saat itu ia pernah menyandang predikat Mahasiswa Berprestasi serta terpilih mengikuti program pertukaran budaya ke Thailand dan California, Amerika Serikat.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Agung.

“Kita bangga memiliki guru yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional. Semoga prestasi yang diraih oleh Bapak Agung Dirga Kusuma dapat menjadi inspirasi bagi guru dan kepala sekolah lainnya untuk terus berkarya dan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Prestasi Agung Dirga Kusuma menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh letak geografis semata. Dari ruang-ruang kelas di Sumatera Selatan, lahir inovasi, riset, dan karya yang mampu menembus panggung dunia.

Di tangan guru-guru inspiratif seperti Agung, pendidikan tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan siap bersaing secara global. Sebuah kebanggaan bagi Sumatera Selatan, sekaligus inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia.

 

Pewarta : Bro Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *