Indeks
Langsa  

UNSAM Gelar Pelatihan Dan Uji Sertifikasi

Oplus_131072

LANGSA – METRO MEDIA 

Universitas Samudra melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Okupasi Manajer Pengembangan Organisasi di lingkungan kampus setempat, pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kompetensi seluruh tenaga kependidikan di lingkungan universitas. Pelaksanaannya juga menjadi tindak lanjut konkret dari kerja sama strategis yang telah terjalin antara Universitas Samudra dengan Vokasi Universitas Indonesia dalam bidang pengembangan kapasitas institusi dan SDM.

Kegiatan penting ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan, di antaranya Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Samudra, Dr. Furqan Ishak Aksa, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Humas, Dr. Nasruddin, S.T., M.T., serta perwakilan dari Vokasi Universitas Indonesia, yaitu Dr. Istiadi, S.E., M.M., M.Si. dan Irhamus Salam Dio. Turut hadir pula tim asesor sertifikasi profesional yang terdiri dari Eko Winarni, Nun Jamianto, dan Misto. Kehadiran seluruh pihak ini menjadi bukti nyata adanya komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan kompetensi SDM di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Furqan Ishak Aksa, mewakili Rektor Universitas Samudra, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pengembangan kerja sama yang telah dibangun bersama Universitas Indonesia, khususnya dalam hal penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di lansir dari sumber Humas Unsam Langsa “Universitas Samudra saat ini sedang berfokus melaksanakan transformasi kelembagaan dan penataan struktur organisasi agar menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap segala perkembangan kebutuhan institusi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi langkah paling penting dan mendesak untuk mempercepat tercapainya tujuan tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan ini dipilih secara khusus, terdiri dari calon manajer organisasi dan tenaga kependidikan muda yang memiliki potensi besar serta dipersiapkan untuk mengisi posisi‑posisi strategis di masa depan. Dr. Furqan berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan, baik pelatihan maupun uji kompetensi, dengan sungguh‑sungguh dan penuh tanggung jawab. Hal ini diharapkan agar setelah selesai kegiatan, peserta benar‑benar mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas kinerja di unit kerja masing‑masing.

Ia juga menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian dan dimiliki oleh setiap peserta, yaitu kemampuan berinovasi, kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah, serta kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan kerja yang terus berkembang pesat.

Sementara itu, pihak Vokasi Universitas Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud sinergi positif antarperguruan tinggi dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi dan kapasitas institusi. Materi pelatihan yang disampaikan disusun secara sistematis dan mendalam, mencakup berbagai aspek penting seperti pengelolaan perubahan organisasi, pengembangan inovasi dalam pelayanan dan kerja, metode identifikasi serta penyelesaian masalah di lingkungan institusi, hingga strategi praktis untuk memperkuat efektivitas organisasi secara menyeluruh. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu mencetuskan ide‑ide baru dan solusi konkret yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja masing‑masing.

Di sisi lain, para asesor sertifikasi menegaskan bahwa seluruh proses penilaian atau asesmen akan dilaksanakan secara objektif, adil, dan menyeluruh, serta sepenuhnya mengacu pada standar kompetensi nasional yang berlaku. Penilaian tidak hanya berfokus pada pemahaman teori semata, namun lebih mengutamakan kemampuan peserta dalam menerapkan kompetensi yang dimiliki secara nyata dan praktis melalui metode asesmen autentik. Pihak penyelenggara juga menekankan bahwa hasil sertifikasi merupakan salah satu indikator peningkatan kualitas, namun bukan menjadi satu‑satunya tolak ukur keberhasilan. Oleh karena itu, setiap peserta tetap didorong untuk terus belajar dan mengembangkan diri meskipun belum memperoleh hasil yang maksimal pada kesempatan pertama.

( Ar)

Exit mobile version