ACEH || LANGSA – METRO MEDIA, Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Gedung Multiguna Universitas Samudra, Selasa 12 Mei 2026. Pada hari bersejarah ini, perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya kembali melepas ratusan putra‑putri terbaiknya yang telah berhasil menamatkan pendidikan pada jenjang sarjana maupun pascasarjana dalam acara wisuda yang diselenggarakan secara khidmat dan penuh makna.
Rektor Universitas Samudra Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., IPM dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas keberhasilan seluruh wisudawan. Beliau menyebut momen ini sebagai bukti kesungguhan, ketekunan dan kerja keras yang telah dijalani selama bertahun‑tahun menimba ilmu di almamater tercinta.
Dalam momen bersejarah ini, Universitas Samudra secara resmi mengukuhkan 7 wisudawan Program Magister Hukum serta 447 wisudawan jenjang Sarjana dari beragam fakultas. Secara keseluruhan, sebanyak 454 lulusan terbaik resmi diwisuda dan menyandang gelar akademik.

“Hari ini adalah puncak perjuangan sekaligus awal dari perjalanan panjang yang sesungguhnya. Kami telah memberikan bekal ilmu, keterampilan dan nilai‑nilai luhur sebaik‑baiknya, namun tugas menjaga nama baik dan mengabdikan kemampuan tersebut kini berada di tangan kalian. Teruslah belajar, jadilah manusia yang berguna bagi sesama, berpegang teguh pada kebenaran dan jangan pernah takut menghadapi perubahan serta tantangan zaman. ujarnya singkat, padat dan menyentuh hati disambut tepuk tangan hadirin.
Momen istimewa ini makin lengkap dengan kehadiran Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al‑Farlaky, S.H.I., M.Si yang dipercaya menjadi pembicara utama sekaligus menyampaikan orasi ilmiah di hadapan pimpinan perguruan tinggi, tenaga pendidik, staf, keluarga besar kampus, serta seluruh wisudawan yang baru saja menerima gelar akademiknya.

Materi yang dibawakan beliau seketika menyita perhatian seluruh hadirin, karena disampaikan dengan bahasa yang santun, lugas namun menyentuh hati, sarat akan nasihat berharga sekaligus memberikan gambaran kenyataan yang sesungguhnya akan apa yang dihadapi ke depannya, khususnya bagi seluruh lulusan Universitas Samudra yang sebentar lagi akan terjun melayani masyarakat maupun bersaing di dunia kerja yang luas.

Dalam penyampaiannya, Bupati Al‑Farlaky menegaskan secara tegas bahwa bekal nilai ujian maupun kepintaran akademik saja dirasa belum cukup menjadi jaminan kesuksesan. Menurutnya, lulusan Universitas Samudra sebagai calon pemimpin dan penggerak pembangunan di masa mendatang wajib melengkapi diri dengan kematangan jiwa dan ketangguhan mental, mengingat tantangan dan persaingan di luar sana jauh lebih berat dan rumit dibandingkan saat sedang duduk menuntut ilmu di ruang kuliah.
Sebagai gambaran nyata mengenai kesejajaran antara besarnya tanggung jawab dengan manfaat dan keuntungan yang diperoleh, beliau memberikan contoh yang mudah dipahami dan relevan. Sama halnya di lingkungan dunia pendidikan, seseorang yang diberi amanah memegang jabatan pimpinan seperti Kepala Sekolah, akan memperoleh kelebihan dan keistimewaan yang tidak didapatkan oleh tenaga pendidik biasa. Kelebihan tersebut terlihat jelas dari sisi kesejahteraan dan penghasilan, antara lain menerima tunjangan khusus jabatan dengan jumlah yang jauh lebih besar, memperoleh tambahan tunjangan kinerja sesuai capaian hasil kerja yang diraih, serta seluruh hak dan tunjangan yang telah dimiliki sebelumnya tetap diterima sepenuhnya tanpa ada pengurangan sedikitpun. Tidak hanya itu, peluang untuk naik pangkat dan kenaikan golongan juga berjalan lebih cepat, yang berarti gaji pokok dan seluruh komponen pendapatan lainnya ikut meningkat seiring berjalannya waktu, hingga berdampak pula pada besarnya jaminan pensiun yang akan diterima saat berhenti bekerja nanti.
“Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa posisi dan peran yang lebih penting serta tanggung jawab yang makin besar, pasti diimbangi dengan hasil dan kesejahteraan yang lebih baik pula. Oleh sebab itu, saya ingin seluruh lulusan Universitas Samudra tidak hanya puas menjadi pelaksana saja, tapi beranilah bersiap memegang kendali dan memimpin, karena di situlah ruang perjuangan dan ruang kesejahteraan yang sesungguhnya berada,” tegasnya.
Beliau mengingatkan, agar mampu mencapai posisi‑posisi strategis tersebut dan memegang amanah besar, ada dua pilar utama yang wajib dimiliki dan dijaga teguh oleh seluruh lulusan Unsam, yaitu karakter moral dan karakter kinerja.
Karakter moral ditempatkan sebagai pondasi paling utama dan tidak boleh tergantikan posisinya. Hal ini mencakup keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kejujuran yang tak tergoyahkan, serta akhlak dan perilaku yang santun dan mulia dalam setiap perbuatan.
“Sebagai lulusan yang dibesarkan di lingkungan pendidikan yang bernapaskan nilai‑nilai luhur dan budaya bangsa, karakter inilah yang menjadi tanda pengenal utama kalian di mana pun berada. Betapa pandai dan tingginya jabatan seseorang, jika tidak dilandasi moral yang kuat maka semuanya akan menjadi rapuh dan sia‑sia,” katanya.
Selain itu, karakter kinerja juga tidak kalah penting untuk dibentuk dan diasah semaksimal mungkin. Sifat‑sifat yang terkandung di dalamnya meliputi semangat bekerja keras, ulet dan pantang menyerah, cekatan serta mampu memecahkan masalah, serta memiliki ketahanan mental yang tinggi sehingga tetap mampu bekerja dengan baik meskipun berada dalam tekanan berat sekalipun.
“Jangan membayangkan dunia luar itu nyaman dan mudah seperti saat kita belajar di kampus ini. Di sana persaingan sangat ketat, masalah datang silih berganti dan waktu terasa begitu singkat. Hanya pribadi‑pribadi yang memiliki ketahanan dan kemampuan bekerja luar biasa yang akan mampu bertahan dan memenangkan persaingan,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Bupati Al‑Farlaky yang juga merupakan lulusan dari perguruan tinggi ternama di Aceh ini mengingatkan agar gelar yang baru saja disandang tidak membuat berpuas diri dan berhenti belajar. Menurutnya, nama besar dan kualitas lulusan Universitas Samudra harus terus dijaga dan diangkat tinggi melalui karya nyata dan pengabdian tulus bagi masyarakat.
“Saya berharap dan berdoa, seluruh wisudawan hari ini mampu tumbuh menjadi generasi yang luwes menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, berpegang teguh pada integritas, serta menjadi kekuatan utama yang melahirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi daerah maupun bangsa. Jadilah kebanggaan almamater tercinta kita, Universitas Samudra,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin. (Ar)













