Kelopak Lapan, Ruang Kuliner Keluarga yang Menawarkan Cita Rasa dan Suasana Berbeda di Palembang

banner 120x600

PALEMBANG — Menikmati hidangan bersama keluarga, berdiskusi dengan rekan kerja, atau sekadar menghabiskan waktu di ruang terbuka kini menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang dicari masyarakat. Bukan hanya soal rasa, tempat yang nyaman dengan konsep menarik turut menjadi pertimbangan ketika seseorang memilih destinasi untuk bersantap.

Menangkap kebutuhan tersebut, Cafe & Resto Kelopak Lapan hadir di Jalan Seduduk Putih, Kecamatan Kemuning, Palembang. Mengusung konsep family resto, tempat kuliner ini menawarkan perpaduan antara sajian makanan, ruang berkumpul, fasilitas pertemuan, serta area outdoor yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Nama Kelopak Lapan sendiri terinspirasi dari motif bunga khas Palembang. Bunga yang mekar menjadi filosofi yang diusung pengelola, yakni harapan agar Kelopak Lapan terus tumbuh dan berkembang, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi setiap orang yang datang.

Manager Cafe & Resto Kelopak Lapan, Raja, mengatakan kehadiran tempat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pilihan baru bagi masyarakat dalam menikmati kuliner, tetapi juga memberikan manfaat dan ruang interaksi bagi berbagai kalangan.

“Semoga Cafe & Resto Kelopak Lapan ini bisa memberikan manfaat bagi customer, keluarga maupun siapa pun yang datang ke sini,” ujar Raja.

Menurutnya, Kelopak Lapan dirancang untuk menjangkau pengunjung dengan beragam kebutuhan. Selain keluarga dan anak muda, tempat ini juga terbuka bagi komunitas, instansi pemerintahan, perusahaan BUMN, maupun kalangan swasta yang membutuhkan ruang untuk berkumpul dan menggelar pertemuan.

“Konsepnya family resto. Jadi keluarga bisa datang, tetapi kalau ada teman-teman dari kantor, BUMN atau perusahaan swasta yang mau meeting, kita juga menyediakan ruang meeting,” jelasnya.

Bersantap Nyaman, Bertemu dalam Suasana Berbeda

Salah satu fasilitas yang ditawarkan Kelopak Lapan adalah ruang meeting yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Kehadiran fasilitas ini membuat pengunjung tidak harus menjadikan restoran semata-mata sebagai tempat makan, melainkan juga sebagai ruang untuk berdiskusi dan membangun interaksi.

Untuk menunjang kenyamanan, pengelola menyediakan area smoking dan non-smoking yang dilengkapi pendingin ruangan. Pengunjung dapat memilih area sesuai kebutuhan, baik untuk menikmati hidangan secara santai maupun melaksanakan pertemuan.

Dari sisi kuliner, sejumlah menu andalan disiapkan untuk melengkapi pengalaman bersantap. Beberapa di antaranya adalah menu tuna, bebek, Danau, dan sate maranggi.

Soal harga, Raja memastikan sajian makanan dan minuman yang tersedia ditawarkan dengan kisaran harga yang terjangkau bagi masyarakat Palembang. Harga menu makanan dimulai dari sekitar Rp30 ribuan, sementara menu sharing untuk empat orang tersedia dengan harga sekitar Rp150 ribu.

“Untuk harga standar harga Palembang. Mulai sekitar Rp30 ribuan, sedangkan untuk menu sharing ada yang sekitar Rp150 ribu untuk porsi empat orang,” katanya.

Menikmati Kuliner di Tengah Ruang Hijau

Daya tarik Kelopak Lapan tidak berhenti pada sajian makanan dan fasilitas meeting. Pengelola juga menghadirkan area outdoor yang menawarkan suasana lebih terbuka bagi pengunjung yang ingin bersantai.

Di kawasan tersebut terdapat area kebun dengan berbagai jenis tanaman, termasuk kebun anggur. Kehadiran ruang hijau ini memberikan nuansa berbeda dari tempat makan pada umumnya, sekaligus menjadi pilihan bagi keluarga maupun komunitas yang ingin menikmati waktu bersama dalam suasana yang lebih rileks.

“Jadi bukan hanya datang makan, tetapi pengunjung juga bisa menikmati suasana dan area yang ada di sini,” ungkap Raja.

Selain menu makanan utama, Kelopak Lapan turut menyediakan produk bakery yang diproduksi Enti Bakery, yang masih berada dalam keluarga pengelola. Pilihan tersebut menjadi pelengkap bagi pengunjung yang ingin menikmati aneka produk roti dan bakery.

Menariknya, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk untuk menikmati kawasan Kelopak Lapan. Pengelola sebelumnya memang pernah menerapkan tiket masuk sebesar Rp5.000, tetapi kebijakan tersebut kini telah ditiadakan.

“Tidak ada tiket masuk. Sebelumnya memang pernah ada tiket Rp5.000, tetapi sekarang pengunjung bisa langsung masuk dan menikmati tempat ini,” kata Raja.

Dengan menggabungkan kuliner, ruang pertemuan, serta area outdoor, Cafe & Resto Kelopak Lapan berupaya menghadirkan lebih dari sekadar tempat makan. Di tengah berkembangnya bisnis kuliner di Kota Palembang, kehadirannya di kawasan Seduduk Putih menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan, berkumpul bersama keluarga, menggelar pertemuan, atau sekadar mencari suasana baru tanpa harus meninggalkan kota.

Kelopak Lapan pun menempatkan pengalaman pengunjung sebagai bagian penting dari konsep yang ditawarkan—sebuah ruang yang mempertemukan cita rasa, kenyamanan, dan kebersamaan dalam satu kawasan. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *