Palembang — Suasana akhir pekan di kawasan Palembang Icon Mall, Sabtu (16/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah lalu lalang pengunjung pusat perbelanjaan, alunan seni islami, obrolan hangat tentang makna kurban, hingga ajakan berbagi untuk masyarakat pelosok negeri berpadu dalam satu kegiatan bertajuk KURBANAVAL – The Kurban Series 1447 H yang digelar oleh Dompet Dhuafa Sumatera Selatan.
Bukan sekadar agenda sosialisasi kurban biasa, kegiatan ini dikemas layaknya festival edukasi yang mencoba mendekatkan ibadah kurban kepada masyarakat urban, khususnya generasi muda. Talkshow, hiburan seni, penampilan santri pondok pesantren, hingga sesi berbagi bersama influencer lokal menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana Iduladha yang lebih hidup dan membumi.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan besar yang ingin disampaikan Dompet Dhuafa Sumsel: bahwa kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menghadirkan kepedulian hingga ke wilayah-wilayah yang jarang tersentuh distribusi daging kurban.
Plt Pimpinan Cabang sekaligus Manager Program Dompet Dhuafa Sumsel, Penta Agustina, mengatakan tema tahun ini mengangkat filosofi mendalam tentang ibadah kurban sebagai “kendaraan terbaik” menuju akhirat.
“Tema tahun ini yakni Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu. Jadi, berkurban itu merupakan kendaraan kita di akhirat nanti. Kita bisa memilih kendaraan terbaik melalui ibadah kurban,” ujarnya.
Selama lebih dari tiga dekade, program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa telah menjangkau berbagai daerah terpencil di Indonesia hingga wilayah konflik di luar negeri. Tahun ini, semangat itu kembali diperluas.
Dari pelosok Sumatera Selatan, wilayah Indonesia Timur seperti Papua, Ambon dan Sulawesi, hingga negara-negara yang dilanda konflik kemanusiaan seperti Palestina, Somalia, Sudan dan Myanmar menjadi bagian dari target distribusi hewan kurban.
“Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa sudah berjalan sejak tahun 1994 dan kini memasuki usia 31 tahun,” kata Penta.
Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya dimudahkan untuk berkurban, tetapi juga mendapatkan transparansi penuh terkait penyaluran hewan kurban yang mereka titipkan. Mulai dari informasi lokasi penyembelihan, jadwal pemotongan, hingga dokumentasi hewan kurban akan diberikan kepada pekurban.
“Setelah pemotongan selesai, kami juga mengirimkan foto dokumentasi hewan kurban kepada para pekurban,” jelasnya.
Pemilihan Palembang Icon Mall sebagai lokasi kegiatan pun dinilai strategis. Di tengah gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin dinamis, Dompet Dhuafa mencoba menghadirkan edukasi kurban dengan pendekatan yang lebih dekat dan modern.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berkurban dan memperluas sosialisasi kurban kepada semua kalangan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai elemen masyarakat. Penampilan siswa pondok pesantren dari Forum Pondok Pesantren Sumsel hingga hiburan dari Sanggar Kreativitas Anak Bangsa Kirana Entertainment menambah semarak acara.
Tak hanya itu, Dompet Dhuafa Sumsel juga menggandeng sejumlah influencer lokal seperti Cek Maria, Mba Suzannita, Hardi Bubut, Bintang Layo, Dea Olivia, dr Rian, Kak Sandi, Ama Tavip hingga Kak Ojak untuk membantu menyebarluaskan edukasi kurban kepada masyarakat melalui media sosial.
Di sisi lain, Vice Ekonomi dan Peternakan Dompet Dhuafa Sumsel, Ahmad Rais Ginanjar, memastikan kesiapan stok hewan kurban dari para peternak binaan lokal.
“Total ada sekitar 10 peternak binaan di Palembang. Hewan-hewan tersebut nantinya dikumpulkan di satu titik sebelum didistribusikan,” ujarnya.
Untuk distribusi kurban ke luar negeri, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan NGO dan relawan kemanusiaan di negara tujuan, khususnya di wilayah konflik.
“Untuk Palestina misalnya, pemotongan dilakukan di India, Mesir atau Yordania. Distribusi dilakukan dalam bentuk daging beku maupun makanan kaleng,” jelas Ahmad.
Tahun ini, Dompet Dhuafa Sumsel menargetkan peningkatan jumlah hewan kurban dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu distribusi mencapai sekitar 160 hewan kurban sapi dan kambing, tahun ini mereka menargetkan 200 hingga 300 hewan kurban.
Tak hanya program kurban reguler, Dompet Dhuafa Sumsel juga menghadirkan program Sedekah Daging bagi masyarakat yang ingin berbagi meski belum mampu membeli satu ekor hewan kurban secara penuh.
“Kalau belum bisa berkurban satu ekor kambing atau sapi, masyarakat tetap bisa bersedekah mulai Rp50 ribu. Dana itu nantinya dikumpulkan dan dibelikan hewan kurban untuk diberikan kepada guru mengaji,” kata Penta.
Program ini menjadi bentuk ajakan bahwa berbagi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Di tengah kondisi ekonomi yang beragam, semangat gotong royong dan kepedulian tetap bisa tumbuh melalui langkah kecil yang dilakukan bersama.
Saat ini, Dompet Dhuafa Sumsel telah memiliki stok sekitar 30 hewan kurban dengan potensi lebih dari 100 hewan dari peternak binaan.
“Kami berharap distribusi hewan kurban lebih merata hingga ke pelosok Sumsel agar masyarakat yang selama ini jarang menikmati daging kurban juga bisa merasakannya,” tandas Ahmad.
Masyarakat yang ingin berkurban maupun mengikuti program Sedekah Daging dapat mengunjungi booth Dompet Dhuafa di kawasan Kambang Iwak, datang langsung ke kantor Dompet Dhuafa Sumsel di Jalan Bintan Nomor 40 Lorok Pakjo Palembang, maupun mengakses layanan digital melalui ddsumsel.org� dan media sosial Instagram @ddsumsel. (Adi)
