Lahat, Metro Media — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Desa Lubuk Betung II, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada 1 Juli hingga 8 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk mengidentifikasi kondisi, kebutuhan, serta potensi yang dapat dikembangkan. Dari proses tersebut, berbagai program kemudian disusun dengan mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, pertanian, keagamaan, serta sosial kemasyarakatan.

Beragam kegiatan dilaksanakan secara langsung bersama warga. Di antaranya senam pagi, gotong royong, kegiatan Posyandu, program ketahanan pangan, edukasi literasi keuangan, pelatihan pembuatan kain jumputan, pemasangan plang gang, promosi UMKM melalui pemasangan banner, hingga pelatihan pembuatan eco enzyme.

Kembangkan Keterampilan dan Potensi Ekonomi Warga
Salah satu program pemberdayaan yang mendapat perhatian adalah pelatihan pembuatan kain jumputan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari keterampilan baru dalam mengolah kain sekaligus mengembangkan kreativitas yang berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi fasilitator dalam proses berbagi pengetahuan dan keterampilan bersama masyarakat.
Sementara itu, di bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan pelatihan pembuatan eco enzyme yang ditujukan kepada bapak-bapak petani di Desa Lubuk Betung II.
Pelatihan tersebut mengenalkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Selain memberikan pengetahuan praktis, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Bersinergi Mendukung Ketahanan Pangan
Kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan program ketahanan pangan yang dilaksanakan bersama Polsek Merapi dan Dinas Pertanian.
Kegiatan tersebut antara lain berupa pembagian sembako dan pengecekan kebun jagung milik warga. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat.
Tidak hanya menjalankan program pemberdayaan, mahasiswa juga turut terlibat dalam kegiatan kesehatan dan sosial masyarakat. Di antaranya mengikuti kegiatan Posyandu, gotong royong membersihkan jalan menuju pemakaman desa, serta membersihkan masjid bersama warga.
Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Semangat gotong royong yang terbangun juga menjadi salah satu pengalaman penting bagi mahasiswa selama menjalankan program PLP di Desa Lubuk Betung II.
Ditutup dengan Festival Dusun
Setelah berbagai rangkaian program dilaksanakan, kegiatan PLP kemudian ditutup melalui Festival Dusun dan Penutupan PLP.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan mahasiswa di Desa Lubuk Betung II, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi serta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan.
Pelaksanaan PLP di Desa Lubuk Betung II memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu Pendidikan Masyarakat sekaligus memahami kondisi, kebutuhan, dan potensi masyarakat.
Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa di lapangan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi pembelajaran sosial mengenai pentingnya membangun komunikasi, kerja sama, dan pemberdayaan masyarakat secara langsung. (*red).
Penulis Kontributor: Kelompok PLP PENMAS UNSRI Desa Lubuk Betung II — Rizki Ramadan, Reka Purnama Sari, Atikah Salsabilah, Elsya Dwi Julysa Putri, Jeni Sridewi, Dea Analia, Fiona Listine Bukit, Ahmad Zuhri, dan Hidayati Agusti.













