Langsa  

Kejati Aceh Gelar “Jaksa Masuk Dayah” di Dayah Raudhatun Najah Kota Langsa

banner 120x600

LANGSA || METROMEDIA Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggelar program “Jaksa Masuk Dayah” di Dayah Raudhatun Najah, Kota Langsa, Jumat (11/9/2026). Kegiatan bertema Sosialisasi Penerangan dan Penyuluhan Hukum serta Edukasi Keuangan Perbankan Syariah ini diikuti ratusan santri.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kejati Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dan Bank Aceh Syariah Kota Langsa. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda pesantren dengan kesadaran hukum dan literasi finansial berbasis prinsip syariah.

Ketua Umum Dayah Raudhatun Najah Kota Langsa, Dr. Tgk. T. Wildan, MA, menyambut kedatangan tim Kejati Aceh beserta tamu undangan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa santri tidak boleh hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus memahami hukum positif dan literasi keuangan modern.

Santri Raudhatun Najah harus menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga taat hukum dan cakap mengelola keuangan sesuai syariat. Program ini adalah bekal berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Pemateri utama dari Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., selaku Kepala Seksi Penerangan Hukum, memaparkan materi mengenai dasar-dasar hukum Indonesia, proses penegakan hukum dari penyidikan hingga persidangan, serta ancaman hukum yang mengintai generasi muda di era digital.

Ia secara khusus menyoroti bahaya judi online dan perundungan (bullying) yang semakin marak di kalangan pelajar. Menurutnya, kedua hal tersebut dapat merusak masa depan generasi muda.

“Santri adalah calon pemimpin bangsa. Fokuslah menuntut ilmu dan jauhi judi online serta bullying. Dua hal ini bukan hanya merusak masa depan, tetapi juga mencoreng nama baik lembaga pendidikan dayah,” tegas Ali Rasab.

Sesi literasi keuangan syariah menghadirkan T.M. Andika, Kepala Bank Aceh Syariah Kota Langsa. Ia memperkenalkan produk-produk perbankan berbasis syariat, pentingnya budaya menabung sejak dini, serta pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

Andika juga menjelaskan peran perbankan syariah sebagai mitra strategis bagi pengembangan usaha pesantren dan pemberdayaan ekonomi umat. Materi ini disambut antusias oleh para santri.

Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Ardiansyah, S.Ag., M.H., turut memberikan sambutan dan penguatan karakter kepada para santri. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan sarana di lingkungan dayah.

“Kami berharap dayah terus melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Langsa dan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan para santri aktif mengajukan pertanyaan seputar isu hukum dan keuangan syariah.

Sebagai bentuk apresiasi, pemateri membagikan hadiah kepada santri yang berani bertanya dan menjawab pertanyaan. Acara ditutup dengan foto bersama.( **)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *