Muhammad Rivan dan Syafah Annisa Terpilih sebagai Bujang Gadis Simbel SMAN 19 Palembang 2026

banner 120x600

PALEMBANG, Metromedia.co.id – Ajang Pemilihan Bujang Gadis Simbel SMA Negeri 19 Palembang Tahun 2026 menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, kecerdasan, dan karakter. Melalui proses seleksi berjenjang hingga grand final di Atrium OPI Mall Palembang, Rabu (21/10/2026), sekolah menetapkan Muhammad Rivan Al-Ghisyifa Lubis dan Syafah Annisa sebagai Bujang dan Gadis Simbel terpilih.

Keduanya berhasil meraih nilai tertinggi berdasarkan akumulasi penilaian dewan juri setelah melewati serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung sejak Agustus 2026. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi amanah untuk menjalankan peran sebagai duta sekolah selama satu tahun ke depan.

Kepala SMAN 19 Palembang, Hj. Binti Koniaturrohmah, M.Pd., mengatakan, pemilihan Bujang Gadis Simbel bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan perwakilan siswa yang berprestasi, memiliki kepribadian baik, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekolah.

Dari 63 siswa yang mendaftar sebagai perwakilan kelas, sebanyak delapan pasang atau 16 siswa berhasil melaju ke babak grand final. Selain mengemban tugas sebagai Bujang dan Gadis Simbel, para duta juga akan menjalankan peran khusus, di antaranya Duta Anti-Narkoba, Duta Literasi, dan Duta Lingkungan.

“Kami berharap para duta terpilih dapat menjalankan program-program sekolah dengan baik dan membawa nama SMAN 19 Palembang semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Binti.

Ia juga mengingatkan peserta yang belum terpilih agar tidak berkecil hati. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi dan keunggulan masing-masing, sehingga hasil kompetisi tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

Sementara itu, Pembina Duta Simbel SMAN 19 Palembang, Elly Zuriah, M.Pd., menjelaskan bahwa proses pemilihan berlangsung melalui tahapan seleksi yang cukup panjang. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi pada 7 Agustus 2026, dilanjutkan dengan sejumlah tahapan penilaian hingga penentuan finalis.

Seleksi diawali dengan technical meeting dan tes tertulis yang menyaring peserta menjadi 36 orang. Tahapan berikutnya meliputi talent show, tes kesehatan, wawancara, serta penulisan esai. Dari proses tersebut, dewan juri menetapkan delapan pasang finalis terbaik untuk bersaing di babak puncak.

Penilaian melibatkan unsur internal sekolah dan juri profesional eksternal. Elly mengapresiasi dukungan pihak sekolah, komite sekolah, serta sponsor yang turut berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dari sisi penilaian, Dewan Juri sekaligus pelatih atau coach, Kak Arie, menerangkan bahwa pemilihan mengacu pada prinsip 3B, yakni Brain (kecerdasan), Beauty (penampilan dan sikap), serta Behavior (perilaku dan karakter).

Karena kompetisi ini ditujukan bagi kalangan pelajar, aspek kecerdasan menjadi perhatian utama dalam proses penilaian. Komposisi nilai terdiri atas 60 persen hasil pembinaan selama masa karantina dan 40 persen performa peserta di atas panggung grand final.

Menurut Kak Arie, penampilan pada puncak acara dapat memengaruhi peringkat akhir peserta. Karena itu, para finalis dituntut tidak hanya mampu tampil percaya diri, tetapi juga menunjukkan kemampuan berpikir, komunikasi, dan sikap yang baik.

Ia menegaskan, para duta terpilih nantinya berperan sebagai penghubung komunikasi antara sekolah dan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Para pemenang juga diharapkan tetap rendah hati, terbuka terhadap masukan, dan terus mengembangkan diri selama masa jabatan.

“Para pemenang harus tetap rendah hati dan terus belajar. Menjadi duta bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang tanggung jawab dan bagaimana memberikan kontribusi positif bagi sekolah,” pesannya.

Usai dinobatkan sebagai Gadis Simbel 2026, Syafah Annisa mengaku bersyukur sekaligus terharu atas pencapaian yang diraihnya. Siswi kelas 11.2 itu mengungkapkan bahwa proses seleksi memberikan pengalaman berharga, terutama ketika harus menyusun video promosi dan menghadapi sesi wawancara.

Meski mengakui adanya tantangan selama proses pemilihan, Syafah menilai seluruh finalis telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ia juga menyebut para peserta yang masuk dalam Top 8 layak mendapatkan apresiasi atas perjuangan masing-masing.

Di sisi lain, Muhammad Rivan Al-Ghisyifa Lubis, siswa kelas 11.3 yang terpilih sebagai Bujang Simbel 2026, menyatakan kesiapannya menjalankan tanggung jawab bersama Syafah. Keduanya akan merumuskan program kerja yang sejalan dengan visi dan misi SMAN 19 Palembang.

Rivan menegaskan, gelar yang diraihnya bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan melalui program nyata dan kontribusi positif bagi sekolah.

“Kami berjanji akan bertanggung jawab atas amanah ini dan siap membawa serta mengharumkan nama SMA Negeri 19 Palembang ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Melalui Pemilihan Bujang Gadis Simbel 2026, SMAN 19 Palembang berharap para duta terpilih dapat menjadi representasi siswa yang unggul dalam prestasi, berkarakter, serta mampu mendukung berbagai program sekolah selama masa pengabdian mereka.

(Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *