MetroMedia, Langsa, 28 Juni 2026 – Festival Santri Meuseuraya ke-2 Kota Langsa Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Walikota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., dalam suasana khidmat di halaman Masjid Agung Darul Falah, Minggu malam. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda Islami.
Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, dewan juri, sponsor, relawan, para pendidik, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
“Festival ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanam nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, membentuk karakter, serta melahirkan santri yang tidak hanya berilmu luas, tetapi juga memiliki akhlak terpuji dan bisa menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegas Jeffry.
Pada cabang Dalā’il Khairat kategori grup, posisi teratas diraih oleh Nahdatul Ulya dari Gampong Teungoh dengan perolehan nilai 92. Juara II jatuh kepada kelompok Masjid Agung Darul Falah dari Gampong Peukan Langsa (nilai 89,5), sedangkan Juara III dimenangkan Al-Azhar dari Gampong Blang Seunibong (nilai 88). Para pemenang menerima trofi beserta uang pembinaan, mulai dari Rp3 juta untuk juara pertama hingga Rp700 ribu untuk juara harapan ketiga.
Sementara itu, hasil lomba kategori individu juga telah ditetapkan untuk lima cabang keilmuan, dengan masing-masing juara mendapatkan trofi dan dana pembinaan mulai Rp1 juta hingga Rp500 ribu.
Walikota mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Kepada yang meraih prestasi, ia berharap hal itu menjadi pendorong untuk terus belajar. Bagi yang belum menang, ia mengingatkan bahwa proses yang dijalani adalah bekal berharga menuju keberhasilan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Langsa untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda, termasuk melalui alokasi anggaran yang memadai.
“Kami ingin Festival Santri Meuseuraya terus tumbuh menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas dan bermanfaat luas. Mari jadikan momen ini untuk memperkuat syiar Islam, kecintaan pada Al-Qur’an, serta membangun Langsa yang religius, maju, dan sejahtera,” ajaknya.
Acara ditutup secara resmi dengan bacaan hamdalah, sekaligus diserahkan hadiah kepada seluruh pemenang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRK, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga keagamaan, ulama, pengelola dayah, perangkat daerah, santri, dan warga masyarakat yang hadirmemadati lokasi.(Ar)













