Palembang, Metromedia.co.id – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah terasa khidmat di Yayasan Kauny Insanul Quran Palembang. Sebanyak dua ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih dalam pelaksanaan kurban yang digelar di Rumah Tahfidz Kauny Insanul Quran, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan berlangsung di Jalan Tanjung Barangan, Perumahan Palem Srigading Indah 4 Blok G17, Kecamatan Ilir Barat I, Kelurahan Bukit Baru, Kota Palembang.
Sebelum proses penyembelihan dimulai, panitia dan tamu undangan terlebih dahulu mengikuti pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang dipimpin Ketua Yayasan Kauny Insanul Quran, Ustadz Restanadi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dihadiri sekitar 30 peserta dari unsur panitia, jamaah, dan masyarakat sekitar.
“Penyembelihan hewan Alhamdulillah terlaksana dengan baik dan saya sendiri yang memotong dua hewan kurban berjenis sapi,” ujar Restanadi kepada wartawan.
Ia mengatakan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi tanda tumbuhnya semangat masyarakat untuk berbagi melalui ibadah kurban.
Dua ekor sapi yang disembelih berasal dari para shahibul qurban. Sapi pertama merupakan kurban gabungan tujuh orang, yakni Wely Agustina Binti Suldin, Arrum Putri Abu Bakar Binti Asep Abu Bakar, Nursima Binti Daud, M. Irsyadul Ibad Bin Gusti Anggara, Rani Amelia Binti Murdan, Ariani Binti Abdul Halim, dan Yoan Puspita Binti Johan Iskandar.
Sementara sapi kedua berasal dari dr. Anugrah Onie Widhiatmo beserta keluarga.
Selain itu, empat kambing kurban berasal dari Tri Wijaya Utami Binti Johan Iskandar, Rizki Aditra Sani Bin Syahril, Nurbaiti Binti Hasan Basri, dan Bapak Pujiono sekeluarga.
Untuk proses penyembelihan kambing dilakukan oleh Ustadz Asep bersama panitia kurban lainnya.
Restanadi menjelaskan, dari hasil penyembelihan tersebut panitia berhasil menyiapkan sebanyak 221 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar dan warga yang membutuhkan.
Ia juga menyebut sebanyak 35 masyarakat umum ikut dilibatkan dalam kegiatan sosial dan distribusi daging kurban.
“Makna Idul Adha yang ingin kami tanamkan kepada para santri adalah berbagi kebahagiaan pada momen penyembelihan hewan kurban,” katanya.
Menurut Restanadi, tantangan terbesar pelaksanaan kurban tahun ini adalah kondisi ekonomi masyarakat yang mengalami penurunan. Meski demikian, pihak yayasan terus berupaya meyakinkan masyarakat tentang pentingnya ibadah kurban yang dilaksanakan setiap tahun.
“Tantangan paling mendasar saat ini adalah menurunnya ekonomi masyarakat. Namun kami terus mengajak para pequrban untuk tetap semangat berbagi,” ujarnya.
Sejumlah panitia yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Kak Fren, Feri, Julian, Udin, Pakde Deden, Ustadz Asep, Heri Abem, Pak Sadeli Pasrah, Ahmad Media, dan beberapa panitia lainnya.
Melalui momentum Idul Adha ini, Yayasan Kauny Insanul Quran berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama terus tumbuh di tengah masyarakat.
(*Red/Metromedia)
