Indeks

Persambi Sumsel Jadikan Open Gubernur Cup Sambo Momentum Pembinaan Atlet dan Pengembangan Olahraga Inklusif

PALEMBANG, Metromedia.co.id – Pengurus Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Sumatera Selatan memanfaatkan Open Gubernur Cup Sambo dan Blind Sambo bukan hanya sebagai ajang perebutan medali, tetapi juga sebagai momentum memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperluas pengembangan olahraga Sambo hingga ke berbagai daerah.

Ketua Persambi Sumatera Selatan, Muhammad Ridho, mengatakan kejuaraan ini menjadi bukti bahwa Sambo di Sumatera Selatan terus berkembang. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan atlet yang berasal dari 13 provinsi serta enam kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Pada hari ini adalah kegiatan Sambo dan Blind Sambo. Pesertanya berasal dari provinsi dan kabupaten/kota. Ada 13 provinsi dan enam kabupaten,” ujar Muhammad Ridho.

Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa olahraga Sambo mulai mendapat tempat di tengah masyarakat dan terus berkembang sebagai cabang olahraga bela diri yang memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Tak hanya berfokus pada kompetisi, Persambi Sumsel juga menjadikan kejuaraan ini sebagai ruang pembinaan karakter. Setiap atlet didorong untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, keberanian, dan semangat pantang menyerah, baik saat meraih kemenangan maupun ketika harus menerima kekalahan.

Muhammad Ridho menegaskan, kejuaraan ini juga membawa semangat inklusivitas melalui penyelenggaraan Blind Sambo yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Olahraga untuk penyandang disabilitas juga merupakan hak. Jadi di event ini olahraga untuk semua,” tegasnya.

Menurut Ridho, kehadiran Blind Sambo menjadi bukti bahwa olahraga tidak mengenal batasan. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi apabila diberikan ruang dan pembinaan yang tepat.

Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa Sambo merupakan olahraga bela diri asal Rusia yang memadukan teknik gulat dan bela diri, sehingga menuntut kekuatan fisik, strategi, teknik, serta mental bertanding yang kuat.

Popularitas olahraga tersebut, lanjutnya, semakin meningkat di dunia berkat sejumlah atlet internasional, salah satunya Khabib Nurmagomedov yang dikenal memiliki latar belakang sebagai atlet Sambo sebelum berkarier di Mixed Martial Arts (MMA).

“Ini olahraga bela diri dari Rusia. Salah satu ikon yang dikenal masyarakat adalah Khabib Nurmagomedov, atlet MMA yang juga memiliki latar belakang Sambo,” jelasnya.

Melihat potensi tersebut, Persambi Sumsel berkomitmen memperluas pembinaan hingga ke sekolah-sekolah dan desa-desa sebagai langkah strategis menjaring bibit atlet sejak usia dini.

“Pesan saya kepada Persambi Sumatera Selatan, olahraga ini agar dimasukkan ke sekolah-sekolah dan juga dikembangkan ke desa-desa,” katanya.

Menurut Ridho, sekolah dan desa merupakan fondasi penting dalam menciptakan regenerasi atlet. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Persambi Sumsel optimistis akan lahir atlet-atlet Sambo yang mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional hingga internasional.

Karena itu, Open Gubernur Cup Sambo dan Blind Sambo tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar Persambi Sumsel dalam memperkenalkan olahraga Sambo kepada masyarakat, memperluas pembinaan atlet, sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas dan karakter bagi generasi muda.

Bagi Persambi Sumsel, prestasi bukan hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, melainkan dari semakin luasnya pembinaan, bertambahnya minat masyarakat terhadap olahraga Sambo, serta lahirnya atlet-atlet baru yang memiliki mental juara, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang. (Red)

Exit mobile version