PALEMBANG, Metromedia.co.id – Sabtu, 25 Juli 2026, Grand Ballroom Lantai 3 Hotel The Zuri Palembang dipenuhi kehangatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Di ruangan itu, puluhan anggota Dregs (Dua Ribu Enam Gelombang Satu) yaitu Anggota Polri leting 2006 gelombang 1 Polda Sumsel kembali berkumpul dalam peringatan Anniversary 2 Dekade Dregs, membawa serta kenangan, tawa, dan rasa persaudaraan yang telah terjalin selama dua puluh tahun.
Bagi mereka, ini bukan sekadar reuni. Ini adalah pertemuan para sahabat seperjuangan yang pernah ditempa dalam kerasnya pendidikan kepolisian, lalu berpisah oleh penugasan di berbagai daerah. Waktu telah mengubah pangkat, jabatan, bahkan jalan hidup, tetapi tidak pernah menghapus ikatan yang lahir sejak tahun 2006.
Suasana penuh keakraban begitu terasa sejak acara dimulai. Saling sapa, pelukan hangat, hingga tawa yang pecah ketika mengenang masa-masa pendidikan menjadi gambaran bahwa dua dekade bukanlah penghalang bagi persaudaraan yang dibangun di atas disiplin, loyalitas, dan pengabdian.
Salah satu momen yang paling menyentuh hadir saat Ketua DPRD Ogan Ilir H. Edwin Cahya Putra, S.IP., juga merupakan anggota Dregs yang telah memilih pensiun dini untuk berkiprah di dunia politik, berdiri menyampaikan sambutan. Meski kondisi kesehatannya kurang baik, ia tetap memaksakan hadir demi bertemu sahabat-sahabat lamanya.
“Meskipun saya hari ini kurang sehat, namun saya sempatkan hadir setelah minum obat tadi. Jujur, kalau sedang santai saya sering mengenang perjuangan bersama teman-teman 2006 ini. Saya juga masih sering memantau kegiatan kawan-kawan di media sosial, termasuk penangkapan-penangkapan yang dilakukan rekan-rekan.”
Kalimat sederhana itu menggambarkan bahwa persaudaraan Dregs tidak berhenti ketika pendidikan selesai. Mereka tetap saling mengikuti perjalanan, bangga atas pencapaian rekan-rekannya, serta terus menjaga komunikasi meski dipisahkan jarak dan tanggung jawab di berbagai wilayah.
Nuansa kekeluargaan semakin kuat ketika Brigjen Pol. (Purn.) Slamet Widodo, S.I.K. memberikan wejangan kepada seluruh anggota.
“Yang sudah perwira jangan pelit untuk berbagi ilmu dengan yang masih bintara.”
Pesan singkat tersebut menjadi pengingat bahwa pengalaman adalah warisan paling berharga yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Bagi keluarga besar Dregs, sosok Slamet Widodo bukan sekadar senior. Ketua Umum Dregs Sumatera Selatan IPDA Marcos Susanto, S.H. menjelaskan bahwa Brigjen Pol. (Purn.) Slamet Widodo merupakan figur yang sangat dihormati karena pada tahun 2006 menjabat sebagai Kakorsis (Kepala Korps Siswa) saat mereka menjalani pendidikan.
“Beliau ini bapak kami,” ujar Marcos kepada awak media.
Ungkapan itu bukan sekadar penghormatan, melainkan cerminan kedekatan emosional yang telah terbangun sejak masa pendidikan. Sosok yang dahulu membimbing mereka sebagai Kakorsis hingga kini tetap menjadi tempat meminta nasihat sekaligus teladan dalam menjalani pengabdian kepada bangsa dan negara.
Acara yang dipimpin IPDA Marcos Susanto, S.H. selaku Ketua Umum Dregs Sumatera Selatan bersama IPTU Kristian Andi Saputra, S.H., M.Si. sebagai Ketua Pelaksana itu juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengenang kedekatannya dengan Brigjen Pol. (Purn.) Slamet Widodo.
“Dulu sewaktu Pak Slamet Widodo menjadi Kapolres OKU Selatan, waktu itu saya masih menjabat Bupati OKU Timur.” Kenang Deru.
Di penghujung sambutannya, Herman Deru menyampaikan kabar yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.
“Saya berikan dana tetap organisasi untuk Dregs ini sebesar lima puluh juta rupiah setiap tahun.”
Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap soliditas organisasi yang selama ini terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian.
Namun, momen yang paling membekas terjadi ketika seluruh peserta diminta berdiri untuk mengenang rekan-rekan Dregs yang telah lebih dahulu berpulang. Nama-nama mereka dipanjatkan dalam doa. Keheningan menyelimuti ruangan, menghadirkan suasana haru yang sulit dilukiskan.
Panitia juga secara khusus mengundang keluarga Bripka Anumerta Hendra YP, anggota Dregs yang wafat pada tahun 2024. Kehadiran sang istri menjadi pengingat bahwa di balik pengabdian seorang anggota Polri selalu ada keluarga yang turut memikul pengorbanan dan kesetiaan.
Anniversary dua dekade ini akhirnya bukan hanya menjadi perayaan perjalanan sebuah angkatan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penegas bahwa persaudaraan yang dibangun dari perjuangan, disiplin, loyalitas, dan pengabdian akan tetap hidup, meski waktu terus berjalan dan sebagian sahabat kini hanya dapat dikenang melalui doa.
Ketika acara ditutup dengan foto bersama, senyum yang menghiasi wajah para anggota menjadi bukti bahwa dua puluh tahun telah berlalu, tetapi semangat kebersamaan Dregs tetap menyala. Dari ruang pendidikan tempat mereka ditempa hingga ruang-ruang pengabdian di berbagai penjuru negeri, ikatan itu tetap utuh—menjadikan Dregs bukan sekadar sebuah angkatan, melainkan keluarga yang akan selalu pulang pada kenangan, persaudaraan, dan nilai-nilai yang mereka jaga bersama. (Bro Adi)
