Yongmoodo Sumsel Mulai Panaskan Mesin, Bidik Prestasi di PON Beladiri 2027 dan PON 2028

banner 120x600

PALEMBANG, Metromedia.co.id — Dua agenda olahraga nasional yang akan datang menjadi momentum penting bagi Yongmoodo Sumatera Selatan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Persiapan mulai digenjot melalui penguatan organisasi, peningkatan kapasitas atlet, serta pembangunan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kodam II/Sriwijaya.

Langkah tersebut ditandai dengan audiensi Ketua Yongmoodo Sumsel Dr. Herison, S.IP., SH., MH., bersama Sekretaris Jenderal Kotri Juliana, S.Kom., serta Bimpres PB Yongmoodo Pusat Lirman dengan Pangdam II/Sriwijaya, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi sekaligus upaya menyatukan langkah dalam mempersiapkan pembinaan atlet menghadapi PON Beladiri 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Herison mengatakan, persiapan menuju kompetisi nasional tidak dapat dilakukan secara instan. Pembinaan harus dirancang sejak jauh hari dengan program yang terukur, berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

“Momentum menuju PON Beladiri 2027 dan PON 2028 harus dipersiapkan sejak sekarang. Pembinaan tidak bisa hanya dilakukan ketika pertandingan sudah dekat, tetapi harus terukur dan berkelanjutan,” ujar Herison.

Menurutnya, Sumatera Selatan memiliki potensi untuk melahirkan atlet-atlet Yongmoodo yang mampu bersaing di tingkat nasional. Karena itu, penguatan sistem pembinaan menjadi salah satu prioritas organisasi.

Punya Akar Sejarah dari Lingkungan TNI
Yongmoodo merupakan seni bela diri asal Korea Selatan yang memadukan berbagai teknik bela diri, di antaranya judo, taekwondo, aikido, hapkido, serta sejumlah teknik bela diri tradisional lainnya.

Secara historis, Yongmoodo dibentuk pada 15 Oktober 1995 oleh The Martial Arts Research Institute di Yongin University, Korea Selatan. Perkembangan Yongmoodo kemudian meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, Yongmoodo mulai diperkenalkan melalui lingkungan TNI Angkatan Darat pada 2008. Dalam perkembangannya, Yongmoodo menjadi salah satu materi pembinaan bela diri bagi prajurit TNI Angkatan Darat.
Untuk pengembangan olahraga Yongmoodo di Indonesia, induk organisasinya adalah Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI).

Latar belakang tersebut membuat hubungan antara Yongmoodo dan institusi TNI memiliki sejarah yang cukup kuat. Nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan, mental, sportivitas dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam olahraga bela diri tersebut.

Herison mengatakan, sejarah dan karakter Yongmoodo tersebut menjadi modal untuk membangun pembinaan atlet yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan mental generasi muda.

“Yongmoodo memiliki akar sejarah yang kuat dari TNI. Karena itu, kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat, khususnya dalam pembinaan atlet dan pengembangan Yongmoodo di Sumatera Selatan,” katanya.

Perkuat Sinergi Pembinaan
Menurut Herison, agenda menuju PON Beladiri 2027 dan PON 2028 harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan Yongmoodo di Sumatera Selatan.

Untuk itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, Kodam II/Sriwijaya, Forkopimda, organisasi olahraga, serta stakeholder lainnya.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya membantu persiapan atlet menghadapi pertandingan, tetapi juga mendukung proses pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas latihan, pembentukan mental bertanding hingga pengembangan organisasi.

“Kami ingin program Yongmoodo Sumsel ke depan semakin terarah. Sinergi dengan Forkopimda akan menjadi bagian penting untuk memperkuat pembinaan sekaligus memperluas pengembangan Yongmoodo di Sumsel,” ujar Herison.

Ia menilai olahraga bela diri memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Selain mengejar prestasi di arena pertandingan, latihan Yongmoodo juga menanamkan kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri, sportivitas dan tanggung jawab.

Kehadiran Sekjen Kotri Juliana dan Bimpres PB Yongmoodo Pusat Lirman dalam audiensi tersebut juga menjadi bagian dari konsolidasi antara kepengurusan daerah dan pusat.
Penyamaan visi dan program dinilai penting agar pembinaan Yongmoodo di Sumatera Selatan berjalan searah dengan agenda organisasi secara nasional.

Dengan persiapan yang dimulai lebih awal, Yongmoodo Sumsel menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level nasional.
PON Beladiri 2027 dan PON 2028 pun tidak hanya dipandang sebagai arena perebutan medali, tetapi juga sebagai momentum untuk mengukur keberhasilan sistem pembinaan Yongmoodo di Sumatera Selatan.

Penguatan organisasi, pembinaan berkelanjutan dan sinergi lintas sektor diharapkan menjadi fondasi bagi Yongmoodo Sumsel untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus memperkuat eksistensi olahraga bela diri asal Korea Selatan tersebut di Bumi Sriwijaya. (Bro Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *