OKU, Metromedia.co.id — Seorang pria berinisial D (39), warga Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (7/9/2026) pagi.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani/pekebun tersebut pertama kali ditemukan oleh ibunya, Nurlaila (61), sekitar pukul 05.00 WIB.
Kapolsek Peninjauan IPTU Zulhanas mengatakan, pihaknya menerima informasi dari Kepala Desa Suka Pindah mengenai adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.
“Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung merespons dengan mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan serta melakukan penanganan sesuai dengan prosedur,” kata IPTU Zulhanas.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, sebelum kejadian korban sempat membukakan pintu rumah sekitar tengah malam setelah ibunya pulang dari rumah keluarga. Setelah itu, ibu korban masuk ke kamar untuk beristirahat.
Sekitar pukul 05.00 WIB, saksi terbangun untuk melaksanakan salat Subuh. Saat keluar dari kamar, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tengah rumah.
Saksi kemudian meminta pertolongan. Warga sekitar yang datang ke lokasi selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.
Personel Polsek Peninjauan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan mengevakuasi korban.
Dari keterangan awal dan pemeriksaan di lokasi, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun, penyebab korban diduga melakukan tindakan tersebut belum diketahui secara pasti.
IPTU Zulhanas menegaskan, kepolisian tetap mengedepankan pelayanan yang humanis dalam menangani peristiwa tersebut, termasuk memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban dan menjaga situasi di sekitar lokasi agar tetap kondusif.
“Kami mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap menjaga ketenangan keluarga korban dan situasi di sekitar lokasi. Setiap kejadian yang kami terima akan ditangani secara profesional, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto maupun informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut, terutama melalui media sosial.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan menyerahkan penanganan kejadian kepada pihak yang berwenang. Kepolisian akan terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” kata IPTU Zulhanas.
Jenazah korban kemudian dievakuasi. Pihak keluargah juga menyatakan tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Kepolisian selanjutnya melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. (Bro Adi )













