HUT ke-22 Yayasan Sembilan Bidadari, Semangat Cinta Kasih Diperkuat Lewat Aksi Sosial

banner 120x600

PALEMBANG, Metromedia.co.id — Dua dekade lebih mengabdi kepada masyarakat, Yayasan Sembilan Bidadari Palembang terus berupaya menanamkan nilai-nilai cinta kasih, kepedulian sosial, dan toleransi antarumat beragama. Semangat tersebut mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 yayasan yang dirangkaikan dengan peringatan Dwi Kwan Im di kantor yayasan, Jalan Brigjen Hasan Kasim, Kompleks Jaya Raya Garden Blok B12, Palembang, Rabu (28/10/2026).

Perayaan ini tidak sekadar menjadi penanda perjalanan panjang yayasan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu wujud kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan berbagi bersama anak-anak yatim yang diundang dalam perayaan tersebut.

Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Kurniawan Abadi, S.E., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keharmonisan sosial.

Mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kurniawan menyampaikan ucapan selamat kepada umat Buddha yang memperingati hari keagamaan tersebut. Ia berharap momentum ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan, sekaligus memperkuat semangat cinta kasih kepada sesama.

Menurutnya, peringatan keagamaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan sosial yang dilandasi rasa hormat, kepedulian, dan sikap saling menghargai.

Ia menegaskan, keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan suku, budaya, dan agama semestinya menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan alasan untuk membangun sekat di tengah masyarakat.

“Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus terus menjaga kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan. Setiap umat beragama harus dapat menjalankan ibadah serta merayakan hari besar keagamaannya dengan nyaman dan damai,” ujarnya.

Kurniawan juga mengapresiasi kontribusi umat Buddha yang selama ini turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera.

Ia berharap semangat toleransi dan kepedulian sosial terus tumbuh di Sumatera Selatan. Dengan demikian, keberagaman tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sembilan Bidadari, Rosmina Kurniawan, yang dikenal dengan sebutan Suhu Dewi, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan yayasan yang kini memasuki usia ke-22 tahun.

Baginya, bertambahnya usia yayasan menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat komitmen dalam menebarkan kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, perayaan tahun ini turut diisi dengan kegiatan sosial yang melibatkan anak-anak yatim.

“Pada HUT ke-22 ini, kami bersyukur dapat melaksanakan perayaan bersama. Dalam kegiatan ini, kami juga mengundang anak-anak yatim dan berbagi dengan mereka,” tutur Suhu Dewi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kasih sayang, sekaligus mengingatkan pentingnya kehadiran masyarakat yang saling mendukung dan membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Yayasan Sembilan Bidadari juga diharapkan dapat terus menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan semangat kebersamaan, yayasan berupaya menjadikan perjalanan pengabdiannya sebagai ruang untuk menumbuhkan kepedulian dan mempererat hubungan antarsesama.

Peringatan HUT ke-22 Yayasan Sembilan Bidadari yang dirangkaikan dengan peringatan Dwi Kwan Im tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Berbagi dengan mereka yang membutuhkan, menghormati perbedaan, dan menjaga kerukunan merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang damai dan harmonis di tengah keberagaman. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *