PALEMBANG, Metromedia.co.id – Sebanyak enam siswa SMK BISTEK Palembang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap siswa SMKN 2 Palembang. Keenam siswa tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Palembang untuk dimintai keterangan terkait dugaan kejadian tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK BISTEK Palembang, Kodir, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap enam siswanya oleh pihak kepolisian.
Menurut Kodir, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada aparat kepolisian. Sekolah juga sejak awal telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran maupun kekerasan yang melibatkan pelajar.
“Masalah ini sudah ditangani Polrestabes Palembang. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Dari awal kami juga sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas,” ujar Kodir.
Ia menegaskan, pihak sekolah memiliki aturan yang melarang siswa terlibat dalam aksi kekerasan maupun tawuran. Terlebih, kejadian yang diduga melibatkan para siswa tersebut berlangsung di luar lingkungan sekolah.
Meski demikian, sekolah tetap akan mengambil tindakan tegas apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses yang dilakukan ditemukan adanya siswa yang terbukti terlibat.
“Kalau terbukti terlibat, kami akan mengeluarkan siswanya,” tegasnya.
Kodir mengatakan, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan berbagai langkah pencegahan agar para siswa tidak terlibat dalam aksi tawuran. Bahkan, pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kapolsek Sukarame juga telah datang ke sekolah dan memberikan imbauan kepada para siswa agar tidak terlibat dalam tawuran.
“Pada upacara 17 Agustus, Kapolsek Sukarame juga sudah datang ke sini. Beliau mengimbau siswa agar jangan sampai terjadi tawuran,” katanya.
Selain memberikan pembinaan, sekolah juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meminta orang tua mengantar dan menjemput siswa secara langsung.
“Kami minta orang tua siswa agar diantar dan dijemput langsung. Ini untuk menjaga agar anak-anak lebih aman,” ujarnya.
Kodir berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang. Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari aktivitas yang dapat memicu konflik antarpelajar.
“Jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini. Karena yang viral nanti bukan hanya nama siswanya, tetapi nama sekolah juga ikut terbawa,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, enam siswa SMK BISTEK saat ini masih diperiksa oleh pihak kepolisian. Para siswa tersebut juga disebut masuk dalam rekaman video konvoi yang beredar dan menjadi perhatian publik.
Pihak sekolah menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk memastikan keterlibatan masing-masing siswa.
Sekolah juga kembali mengingatkan seluruh siswa agar menjaga nama baik sekolah, tidak mengikuti konvoi yang berpotensi memicu keributan, serta segera pulang ke rumah setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi tawuran antarpelajar sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa, orang tua, dan masyarakat.
(Tim) Konfirmasi/klarifikasi 083121221919













