PALEMBANG, Metromedia.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd, menekankan pentingnya pendidikan karakter, pembentukan akhlak, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa kepemimpinan bagi para ketua dan pengurus OSIS di Sumatera Selatan.
Menurutnya, para pelajar yang saat ini mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin organisasi di sekolah merupakan calon pemimpin masa depan yang akan berperan dalam pembangunan daerah, bahkan di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan pendidikan karakter dan pelatihan kepemimpinan bagi para pelajar yang diikuti perwakilan sekolah dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Hj. Mondyaboni, yang akrab disapa Mondy, menjelaskan bahwa selama tiga hari kegiatan, para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai pembentukan akhlak, sikap yang baik, keterampilan berkomunikasi, serta kemampuan memimpin dan mengelola organisasi.
“Selama tiga hari ke depan, kalian akan dibekali bagaimana membentuk akhlak yang baik, bersikap dengan baik, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak. Selain itu, kalian juga akan belajar bagaimana seorang pemimpin mengelola organisasi dan mengarahkan anggotanya untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Mondy mengatakan, menjadi pemimpin bukan sekadar memiliki jabatan atau memberikan instruksi kepada anggota. Seorang pemimpin juga harus mampu mengatasi berbagai tantangan, termasuk ketika menghadapi anggota yang sulit diarahkan atau memiliki pandangan berbeda.
Karena itu, menurutnya, kemampuan berkoordinasi, membangun komunikasi, dan menjaga kesamaan tujuan menjadi bekal penting bagi setiap pemimpin organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan karakter bagi pelajar menjadi salah satu perhatian Gubernur Sumatera Selatan. Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan generasi muda, termasuk kegiatan retret dan pembentukan karakter Laskar Pandu Satria serta pelatihan kepemimpinan bagi pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan organisasi di sekolah masing-masing.
Dorong OSIS Hadirkan Program Kerja yang Berdampak
Dalam sambutannya, Mondy mengingatkan bahwa masa kepemimpinan ketua OSIS relatif singkat, sehingga setiap pemimpin harus mampu menetapkan program kerja yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.
Ia meminta para ketua OSIS menyusun target, menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan, serta melakukan evaluasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program yang telah dijalankan.
“Ketika kalian menjadi ketua atau wakil ketua OSIS, masa kepemimpinan kalian hanya satu tahun. Pertanyaannya, apa yang akan kalian tinggalkan untuk sekolah? Apa yang bisa kalian buat dan berikan manfaatnya? Itu yang harus menjadi target utama,” katanya.
Menurutnya, setiap program kerja harus memiliki linimasa yang jelas, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dengan demikian, program yang telah dirintis dapat menjadi pengalaman dan bahan pembelajaran bagi kepengurusan berikutnya.
Ia juga mendorong para pelajar agar tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai penghalang untuk berinovasi. Melalui kreativitas, kemampuan membangun jejaring, serta kerja sama dengan berbagai pihak, sebuah kegiatan tetap dapat diwujudkan meskipun dengan dukungan dana yang terbatas.
“Seorang pemimpin harus mempunyai program kerja yang jelas. Tentukan kapan kegiatan dilaksanakan, kapan diselesaikan, kemudian evaluasi apa kekurangan dan kelebihannya. Dengan begitu, kepemimpinan berikutnya memiliki pengalaman untuk melanjutkan dan memperbaiki program yang sudah ada,” pesannya.
Mondy menambahkan, pengalaman menjadi pemimpin merupakan sumber pembelajaran yang sangat berharga. Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari kemampuan mencapai target yang telah ditetapkan serta manfaat yang dirasakan oleh anggota organisasi.
Ketua OSIS Berperan dalam Pencegahan Perilaku Negatif
Selain penguatan kepemimpinan, Mondy menyoroti pentingnya peran ketua OSIS dalam membangun lingkungan sekolah yang positif dan mencegah berbagai perilaku negatif di kalangan pelajar, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pengaruh paham radikalisme.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan luasnya akses terhadap konten digital menuntut para pelajar untuk lebih berhati-hati dalam memilih tontonan, permainan daring, maupun komunitas yang mereka ikuti.
Menurutnya, interaksi di ruang digital dapat memengaruhi cara berpikir, perilaku, dan cara seseorang berkomunikasi. Oleh sebab itu, para pelajar perlu memiliki kemampuan memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bertentangan dengan nilai-nilai positif.
Dalam hal ini, ketua OSIS diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus mengajak teman-temannya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekolah.
Mondy juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi tantangan ketika menerapkan perubahan. Kebijakan baru terkadang tidak langsung diterima oleh semua pihak, sehingga diperlukan komunikasi, sosialisasi, dan pendekatan yang tepat agar tujuan yang ingin dicapai dapat dipahami bersama.
“Menjadi pemimpin belum tentu semua kebijakannya disukai anggota. Ketika membuat perubahan, kita harus menyosialisasikan terlebih dahulu apa yang akan dilakukan dan apa tujuannya. Dengan komunikasi yang baik, anggota organisasi diharapkan dapat memahami arah kebijakan tersebut,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Mondy berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius, menyerap materi yang diberikan, serta menerapkannya dalam kepemimpinan di sekolah masing-masing.
Ia juga mendorong para peserta dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan pertemanan, dan membangun kolaborasi dalam melaksanakan kegiatan positif bagi pelajar.
Melalui pembekalan tersebut, para ketua OSIS diharapkan mampu tumbuh menjadi pemimpin muda yang berkarakter, berintegritas, komunikatif, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Sumatera Selatan. (Bro Adi)













