Kebutuhan Darah Capai 7.000 Kantong per Bulan, PMI Palembang Ajak Masyarakat Rutin Berdonor

banner 120x600

PALEMBANG, Metromedia.co.id – Kebutuhan darah untuk rumah sakit pemerintah maupun swasta di Kota Palembang mencapai sekitar 7.000 kantong setiap bulan. Namun, jumlah darah yang berhasil dihimpun Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang masih berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 kantong per bulan.

Kondisi tersebut membuat PMI masih menghadapi kekurangan sekitar 2.000 hingga 3.000 kantong darah setiap bulan. Untuk menekan kesenjangan itu, PMI terus mendorong masyarakat agar menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin, bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Ayo Donor Darah yang digelar PMI Kota Palembang bersama Novotel Palembang, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema

“Merdeka untuk Berbagi, Merdeka untuk Peduli, dan Merdeka untuk Menyelamatkan Sesama” itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain menjadi bagian dari momentum kemerdekaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan darah sekaligus mengajak lebih banyak orang terlibat dalam aksi kemanusiaan.

Kepala UDD PMI Kota Palembang, dr. Pemi Welrado, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan transfusi.

“Kegiatan donor darah hari ini kami gabungkan dengan HUT RI. Kita ambil tema Merdeka untuk Berbagi, Merdeka untuk Peduli, dan Merdeka untuk Menyelamatkan Sesama,” ujar Pemi.

Menurutnya, kebutuhan darah berlangsung setiap hari sehingga ketersediaannya harus terus dijaga. Karena itu, PMI tidak bisa hanya mengandalkan donor darah yang dilakukan secara insidental.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menutupi kekurangan stok darah di PMI dan sekaligus menyosialisasikan pentingnya donor darah kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam kegiatan bersama Novotel Palembang tersebut, PMI menargetkan pengumpulan sekitar 250 kantong darah. Antusiasme peserta terlihat sejak pelayanan donor dibuka.
Peserta tidak hanya berasal dari karyawan Novotel Palembang, tetapi juga masyarakat umum, mahasiswa hingga Bujang Gadis Palembang.
Ketua PMI Kota Palembang mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Bahkan, dalam waktu sekitar 30 menit sejak pelayanan dibuka, jumlah darah yang terkumpul telah mendekati 200 kantong.

“Alhamdulillah bersama Novotel Hotel kegiatan hari ini sangat ramai sekali. Semangat mereka untuk peduli antarsesama dalam memberikan darahnya sangat tinggi sekali. Target kita ada 250 kantong darah. Sudah berjalan 30 menit lebih pelayanan dibuka, terkumpul hampir 200 kantong darah,” ujarnya.

Tingginya antusiasme tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat untuk berdonor cukup baik. Tantangannya adalah menjaga konsistensi agar masyarakat mau mendonorkan darah secara berkala.
Salah seorang pendonor, Agus, warga Kelurahan Sukodadi, mengaku mengetahui informasi kegiatan donor darah melalui Instagram resmi PMI Kota Palembang. Informasi tersebut kemudian turut menyebar melalui grup WhatsApp.

“Saya terpanggil untuk mengikuti kegiatan ini karena ingin membantu sesama. Kabar donor darah ini juga sudah menyebar di grup WhatsApp,” ungkap Agus.

Bagi Agus, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi orang lain. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia meluangkan waktu untuk menjadi pendonor.

PMI Kota Palembang menilai keterlibatan berbagai elemen sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan darah di daerah tersebut. Selain masyarakat, dunia usaha, komunitas, organisasi, lembaga pendidikan dan berbagai kelompok lainnya dapat mengambil bagian melalui kegiatan donor darah.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Pemi Welrado juga menyampaikan apresiasi kepada Novotel Palembang serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih khususnya kepada Novotel Palembang serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ungkap Pemi.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari sejumlah pihak, di antaranya PT Putra Sriwijaya Jaya, PT Itama Rano Raya, PT Zefindo Darya Megatama, PT Transmedic, Dompet Dhuafa, Tango, Hydroplus dan Toko Acay Madang.
Kolaborasi PMI Kota Palembang dan Novotel Palembang tersebut menjadi contoh bahwa pemenuhan kebutuhan darah dapat dilakukan melalui sinergi berbagai pihak.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dimanfaatkan bukan sekadar untuk menggelar perayaan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
PMI berharap gerakan donor darah dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat. Pasalnya, kebutuhan darah tidak mengenal waktu dan dapat muncul kapan saja ketika pasien membutuhkan transfusi.

Dengan kebutuhan sekitar 7.000 kantong darah setiap bulan dan ketersediaan yang baru mencapai 4.000 hingga 5.000 kantong, partisipasi pendonor rutin menjadi salah satu kunci untuk mengurangi defisit stok darah di Palembang.

Setiap kantong darah yang disumbangkan mungkin terlihat sederhana bagi pendonor. Namun bagi pasien yang sedang membutuhkan transfusi, darah tersebut dapat menjadi bagian penting dalam perjuangan untuk mempertahankan kehidupan.

Karena itu, semangat kemerdekaan tidak hanya dapat dimaknai melalui upacara dan perayaan. Donor darah menjadi salah satu cara sederhana untuk menerjemahkan kemerdekaan dalam tindakan nyata: berbagi, peduli dan menyelamatkan sesama. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *