Langsa  

Sosok “Akong” Kian Mengkristal, Bursa Cabup Madina 2029 Mulai Menghangat

banner 120x600

Sosok “Akong” Kian Mengkristal, Bursa Cabup Madina 2029 Mulai Menghangat

 

PANYABUNGAN(metromedia.co.id)— Dinamika politik Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 mulai menghangat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan publik sebagai figur potensial, salah satunya Syaparuddin Haji alias Akong.

 

Nama Syaparuddin Haji kembali mencuat dalam percakapan politik lokal. Ia bukan sosok baru dalam kontestasi politik Madina. Pada Pilkada 2015, Akong pernah tampil sebagai salah satu calon Bupati Madina dengan mengusung slogan “Bupati Rakyat.”

 

Kemunculan kembali namanya belakangan ini semakin mendapat perhatian setelah acara syukuran ulang tahunnya yang ke-51 di Resto Rumah Daun, Panyabungan. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan puluhan orang yang disebut pernah menjadi bagian dari barisan pendukungnya pada Pilkada 2015.

 

Pertemuan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat. Sebagian kalangan menilai momentum itu bukan sekadar acara silaturahmi, melainkan turut memperlihatkan adanya komunikasi dan konsolidasi politik secara informal.

 

Sejumlah mantan pendukung Pilkada 2015, termasuk kelompok yang dikenal dengan jargon “Ulang Ra Rundut Be,” disebut kembali merapat. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari deklarasi pencalonan Akong untuk Pilkada 2029.

 

Kehadiran sejumlah tokoh dan mantan tim sukses tersebut setidaknya menunjukkan bahwa nama Akong masih memiliki basis jejaring politik dan sosial yang cukup diperhitungkan.

 

Sosok Syaparuddin Haji alias Akong juga dikenal sebagai figur yang relatif dekat dengan berbagai kelompok masyarakat. Komunikasinya dengan aktivis, kalangan pers, pesantren, hingga masyarakat akar rumput membuat namanya tetap muncul dalam berbagai percakapan politik lokal.

 

Sebagai putra pengusaha sukses almarhum H. Ismail Hakim Lubis atau Oji Atas, Akong juga memiliki latar belakang keluarga yang cukup dikenal di Madina.

 

Karakter yang ramah, komunikatif dan terbuka kepada berbagai kalangan membuat Akong memiliki modal sosial yang dinilai menarik untuk kembali diperhitungkan dalam peta politik Madina.

 

Jika dukungan dari jaringan lama benar-benar kembali terkonsolidasi dan kemudian berkembang menjadi dukungan politik yang lebih luas, bukan tidak mungkin nama Akong akan menjadi salah satu figur yang ikut mewarnai bursa calon Bupati Madina 2029.

 

Slogan “Bupati Rakyat” yang pernah diusungnya pada Pilkada 2015 pun kembali menjadi bagian dari narasi yang melekat pada sosok Akong. Bagi sebagian pendukungnya, slogan tersebut dianggap merepresentasikan pendekatan politik berbasis masyarakat akar rumput.

 

Namun, Pilkada 2029 masih cukup jauh. Hingga saat ini belum terdapat deklarasi resmi dari Akong terkait pencalonannya sebagai Bupati Madina, termasuk kepastian dukungan partai politik maupun keputusan formal untuk kembali maju dalam kontestasi tersebut.

 

Karena itu, mencuatnya nama Akong saat ini lebih tepat dibaca sebagai indikasi awal dinamika politik dan meningkatnya perhatian publik terhadap figur-figur yang berpotensi tampil pada Pilkada Madina mendatang.

 

Yang jelas, jika pergerakan jejaring politik tersebut terus berkembang, kemunculan kembali Akong berpotensi menambah warna sekaligus memperketat persaingan menuju kursi Bupati Madina 2029.

 

Pilkada memang masih berada di depan mata. Namun, percakapan mengenai siapa yang akan memimpin Madina sudah mulai bergerak. Dan kali ini, nama Akong kembali muncul dari arus bawah dan mulai diperbincangkan dalam bursa politik lokal.

 

(Magrifatulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *